Kamis, 24 Januari 2013

Nikahan Si Sulung

Anak sulung dan anak cowok satu-satunya di keluargaku adalah abangku. Namanya Arif Setiawan, sedangkan panggilannya dirumah adalah Mas Wawan. Abangku adalah anak tertampan di rumahku. Ya iya lah.. haha namanya juga anak cowok satu-satunya. Aku dan abangku hanya berselang umur 22 bulan, hehe jadi abangku termasuk bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif 2 tahun karena ibu kami mengandungku saat dia berumur satu tahun. Anehnya, walau abangku hanya mendapatkan ASI satu tahun sedangkan aku mendapatkan ASI 2 tahun, untuk urusan kesehatan, abangku lebih sehat, lebih tinggi dan lebih kuat dibandingkan aku... tak tahu oh tak tahu~~~ *ngedangdut* hehe...

Seperti saudara pada umumnya kami tak mungkin tak pernah bertengkar. Dari kecil hingga SMA bisa dibilang aku adalah orang yang egois, pemarah dan cengeng. Abangku dengan sabar meladeni sikapku yang kekanak-kanakan itu. Di rumah kami diberlakukan aturan, anak cowok masuk ke SD sedangkan anak cewek masuk ke MI. Mau tahu kenapa? karena Ayahku dulu sekolah di SD (tapi hanya sampai kelas dua, beliau terpaksa berhenti sekolah karena harus mencari nafkah untuk keluarga) dan ibuku sekolah di MI. So, anak-anaknya harus ditempatkan sama seperti orang tuanya. :D Cukup beruntung usia kami tidak terpaut jauh, sehingga kami bisa bermain bersama sejak kecil. MI ku berlokasi di desa tetangga, sehingga tidak banyak teman sekolah yang rumahnya dekat dengan rumahku. Sehingga satu-satunya teman mainku saat pulang sekolah adalah abangku dan adikku (Cicit). Saat aku dan abangku duduk di bangku SD, adikku Cicit masih bayi, sehingga tetap saja teman mainku di rumah adalah abangku. Teman abangku adalah temanku, dan temanku adalah teman abangku. Seperti anak desa pada umumnya area main kami yah sekitar sawah, kebon (baca: ladang), dan kali (baca: sungai). Hehe... Banyak kenangan masa kecil yang aku lewatkan bersama abangku, mulai dari hujan-hujanan bersama, maen layang-layangan bersama, cari belut di sawah, menggembala kambing, sepedaan bersama, mancing bersama, bikin tenda-tendaan bersama, ngaji bersama, cerita masa kecilku dan abangku adalah sama. :)

Kami berdua masuk ke SMP yang sama, yaitu SMPN 23 Surakarta. Rumah kami di daerah Boyolali. tetapi orang tua kami menyuruh kami untuk mulai sekolah di Solo sejak SMP agar kami mendapatkan pengetahuan yang lebih luas. Jarak dari rumah ke SMP sekitar 10 kilometer selalu kami tempuh dengan semangat dengan naik sepeda. Saat akun masuk SMP, abangku telah duduk di bangku kelas 3. Kami berangkat sekolah bersama-sama tetapi pulang sendiri-sendiri karena kami sudah punya jadwal main sendiri-sendiri. Hehe,... Selama perjalanan berangkat sekolah kami selalu berbalapan, sehingga jarak 10 km itu bukanlah apa-apa buat kami. Abangku sangat aktif saat duduk di bangku SMP, baik Pramuka maupun OSIS. Kekagumanku terhadap kesibukan abangku tersebut lah yang juga memicu diriku untuk aktif dalam berbagai organisasi di SMP, baik Pramuka maupun OSIS. Karena kami beraktivitas dalam organisasi yang sama, jadi teman SMPku dan abangku yah hampir saling kenal satu sama lain. :) Kenangan terakhir masa SMP adalah kecelakaan motor yang dialami oleh aku dan abangku saat pulang sekolah. Hari itu abangku yang sudah SMA menjemputku pulang sekolah dari kelas sore untuk anak kelas tiga. Abangku yang saat itu sedang kondisi lelah karena menugguku akhirnya menjadi tak fokus saat mengendarai motor sehingga kami berdua mengalami kecelakaan itu. Karena kondisi tersebut abangku dirawat di rumah sakit hampir 2 minggu, aku yang tak berani merepotkan orang tua akhirnya memilih untuk istirahat di rumah dan bilang baik-baik saja. Selama dua minggu tersebut aku tak bisa menjenguk abangku di rumah sakit, karena kondisiku sendiri tidak baik. Seluruh keluarga saat itu menemani abangku di rumah sakit, sedangkan aku sendirian menjaga rumah. Selama di rumah aku selalu menangis bukan karena sakit, tetapi lebih karena takut terjadi apa-apa pada abangku, teman dan sahabat terbaikku yang dititipkan Allah untukku. Alhamdulillah setelah dua minggu abangku sembuh wal'afiat, sedangkan aku karena tidak bilang kondisi sakitku dan tidak mendapat pengobatan tepat justru membutuhkan waktu sembuh lebih lama, dua bulan aku baru sembuh. Hehe, haduwwhh kejadian ini tuh tepat banget satu bulan sebelum aku UAS, akhirnya aku mengerjakan UAN dengan kepala masih nyut-nyutan karena kecelekaan itu. :)

Saat SMA aku juga ingin masuk ke SMA abangku saja, di saat ini barulah aku sadar bahwa aku sangat menjadi bayang-bayang abangku, tetapi oleh orang tua keinginanku tersebut tidak diijinkan dan aku masuk ke SMA yang berbeda. Di SMA tersebut aku tidak punya teman dari SMP yang sama, dan abangku juga tidak ada disitu, akhirnya aku mengalami gangguan kepedean selama 3 bulan pertama sekolah. Gangguan tersebut selalu membuat aku menangis setiap pulang sekolah, tetapi setelah 3 bulan berlalu dengan dukungan keluarga aku berhasil mengatasinya dan mulai bersosialisasi. Saat SMA aku tidak diperbolehkan ikut organisasi sama sekali. Saat kelas satu abangku dengan rajin selalu mengantar jemputku walaupun saat itu dia juga sedang sibuk menyiapkan UAN SMA. Aku yang tak pekaan orangnya bukannya bersikap lebih pengertian malah sering membuat abangku marah karena keegoisanku. Huhuhu... maafkanku abangku~~... Kelas dua SMA abangku yang sudah duduk di bangku kuliah tetap rajin menjemputku sekolah. Sering kali aku memilih naik sepeda, itu pun kadang mau kadang enggak. Hehe, tergantung kondisi.. Beruntung rasanya punya abang yang seumuran. Namanya anak ABG tak lepas dari kisah cinta monyet, tapi dengan adanya abangku cukup bisa menjadi tameng buatku. Sering teman-teman yang tak mengenalku sering iseng tanya, "Ndah, yang jemput kamu terus itu siapa?", dan kubalas jawaban itu dengan iseng juga, "Pacarkuuuuu..." (haha... helloooo he is my brother! :D). Saat kelas tiga SMA akhirnya aku terbebas dari kegiatan antar jemput abangku, aku sudah dipercaya untuk membawa motor sendiri, tetapi dengan satu syarat. Gantian sekarang aku yang harus antar jemput adikku Cicit yang saat itu masih duduk dibangku SMP. Semakin menginjak dewasa maka semakin sedikit pula waktu mainku bersama abangku., bahkan dengan cara berpikir kami yang serius serta berbagai problematika remaja yang terjadi di luar rumah sering terbawa saat kami di rumah. Endingnya yah berantem dan beradu pendapat, hal itu sudah menjadi wajar saja di rumah. Haha...

Masa SMA akhirnya berlalu, dan aku pun melanjutkan pendidikan di Kampus Ganesha tercinta. Setelah bertengkar mulu tiap hari selama satu tahun terakhir, akhirnya aku berdamai juga dengan abangku di hari-hari sebelum berangkat ke Bandung. Saat itu aku kembali sadar, kini waktu bersamaku dengan keluarga akan lebih sedikit dibandingkan sebelumnya, dan aku tahu alasan kemanjaanku pada abangku sejak kecil, karena aku hanya punya satu kakak yang benar-benar memanjakanku dan menjagaku hingga akhir usiaku tanpa pernah mengeluh. :) Sejak aku memulai hidup di Kota Kembang, hubungan kami hanya bisa dihubungkan melalui telpon dan sms. Aku dengan kesibukan kuliahku dan abangku dengan kesibukan kerjanya membuat kami tidak banyak berkomunikasi, setidaknya dalam seminggu ada satu dua sms atau telpon. Dan seperti itulah waktu terus berlalu hingga saat ini. Aku yang sudah mandiri akhirnya tidak terlalu bersikap manja ke abangku lagi. :D

Waktu berlalu... Dan kini kita tiba di tahun 2013, saat aku berusia 22 tahun dan abangku berusia 24 tahun... :)

Januari 2013
Foto setelah akad nikah :)
Sudah lama hubungan kasih antara abangku dan kekasihnya, Mbak Riza. Mereka sudah berpacaran sejak mereka kuliah, lupa tepatnya kapan, hehe.. and finally here we are... their wedding day... :)
Alhamdulillah.. pada tanggal 12 Januari 2013 abangku dan mbak Riza telah resmi menjadi suami istri dengan diucapkannya akad nikah yang sakral itu. Di bulan Januari ini aku sedang disibukkan dengan kegiatan magang apoteker, tetapi untungnya akad dan resepsi pernikahannya dilakukan di akhir pekan, jadi tidak terlalu masalah buatku untuk pulang. Hehe... Tak bisa dipungkiri aku menangis saat akad suci itu diucapkan.. Kini bertambah besar anggota keluarga kami. Sulit menjelaskan perasaanku dengan kata-kata, mungkin aku menangis lebih karena perasaan terharu dengan momen bahagia itu. Saat itu yang kuucapkan pada ibuku, "ibu.. kalo aja aku punya dua kakak cowok...", dan ibuku menghibur dengan berkata, "cari abang lagi aja sayang.. yang akan sayang kamu, manjain kamu, jaga kamu, dan membimbingmu seperti abangmu.." aaaaaa~~ aku hanya bisa langsung memeluk ibuku... :')
Akad nikah dilaksanakan di rumah mbak Riza dan resepsi pernikahan dilaksanakan di gedung entah dimana lupa namanya, haha... :D

Selang satu minggu aku kembali pulang lagi ke Solo. Dalam dua pekan itu aku harus bolak-balik Bandung-Solo-Bandung-Solo. Aku kembali ke Solo untuk acara ritual selanjutnya, yaitu acara Boyong Manten. Acara ini adalah acara lanjutan dari keseluruhan ritual pernikahan. Pada acara ini, acara dilakukan di rumah mempelai pria. Acaranya sangat sederhana, hanya pengajian menyambut mempelai pria yang membawa mempelai wanita ke rumahnya. Orang tuaku juga tidak neko-neko, murni hanya pengajian. Serunya acara di desa, seluruh acara terlaksana dengan bantuan bapak-bapak dan ibu-ibu se-RT. Ibu-ibu PKK menyiapkan (mulai dari memasak hingga menyajikan) makanan yang disajikan pada saat pengajian. Bapak-bapak se-RT membantu merapikan rumah dan mendekorasi ruangan. Seluruh pemuda Karangtaruna membantu dengan menjadi pelayan untuk menyajikan makanan pada hari H. Ahhhh senangnya tinggal di desa, guyup rukun. :)
Sebagai tuan rumah, aku pun tidak bisa hanya diam saja, haru siap bantu-bantu masak, bersih-bersih rumah, supir siaga, dan sebagainya, haha. Acara Boyong Manten dilaksanakan di hari minggu, 20 Januari 2013. Acara hanya berlangsung setengah hari, setelah rumah kembali dibereskan aku pun bersiap-siap kembali ke Bandung malam harinya. Ahhhh~~~ kesekian kalinya aku berat sekali untuk meninggalkan rumah dan kembali ke Bandung. Saat itu di rumah seluruh keluarga besar ada dan benar-benar ingin sekali aku lebih lama tinggal di rumah, tapi aku punya tanggung jawab di Bandung, jadi mau tak mau aku harus kembali ke Bandung.

Begitulah sederhananya ritual pernikahan abangku... semoga keluarganya menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warrahmah, senantiasa bahagia dan selalu dirahmati Allah SWT... :')
Amiin...

Kamis, 10 Januari 2013

Magang Apoteker part.1

Ceritanya insomnia saya kambuh lagi nih teman-teman, hayaahhh minggu-minggu magang malah gak bisa tidur.. Haha tapi baru kali ini terbelit dalam pikiran saya, "nulis ah biar ngantuk.." ya iya gituh nulis bikin ngantuk?? haha mari kita coba.. 

Alhamdulillah sejak tanggal 3 januari 2013 kemarin saya bersama rekan-rekan program profesi apoteker ITB angkatan Oktober 2012 sudah mulai melaksanakan tugas magang di area masing-masing. Lalu, dimana kah saya magang? dan cerita apa yang terjadi selama saya magang?? haha.. oke, siap-siap yaaaa... mari dengarkan cerita saya.. 

Pada semester ini saya mendapat kesempatan magang dengan jadwal berikut
1 minggu di Dinas Kesehatan Provinsi Jabar
1 minggu di Dinas Kesehatan Kota Bandung
2 minggu di Puskesmas wilayah kota Bandung
4 minggu di apotek Adhika

Jadi, total magang saya semester ini ada 8 minggu (yahh dibulatin jadi 2 bulan lah ya.. hehe). Kegiatan magang di profesi apoteker ini wajib dilakukan 2 bulan tiap semesternya. Seperti semester ini ketika saya ditempatkan di pemerintahan dan apotek, maka semester depan saya akan ditempatkan selama 2 bulan di salah satu rumah sakit (tepatnya dimana baru dibagi semester 2 nanti, jadi sekarang masih jadi rahasia.. hehe).

Hari pertama magang kami diharuskan sudah tiba di lokasi jam 8 pagi. Sehari sebelumnya saya sudah meniatkan hati, jiwa, dan raga untuk berangkat dari kostan jam 6.45 (mencegah kalau-kalau terkena macet di jalan, hehe). Tetapi dengan sangat bangga saya malah menggagalkan niat mulia saya tersebut karena saya bangun kesiangan (jam 6.30), akhirnya saya ditinggal berangkat teman saya duluan dan seperti biasa, kelabakan di pagi hari. Haha... Selain bangun kesiangan saya juga justru malah salah naik angkot dan 15 menit nyasar yang membuat saya akhirnya harus berjalan kaki dari lokasi nyasar menuju ke lokasi dinkes provinsi. Ckckckck... (geleng-geleng sendiri kalo ingat hal itu lagi, fufufu~~) Walaupun dengan berbagai insiden pagi tersebut, alhamdulillah saya berhasil tiba di lokasi jam 7.30, horeeeee tidak telat!!! haha.. ternyata jalanan Cihampelas sepi yah kalo pagi, jadinya setelah itu mulai hari kedua saya dengan santai baru berangkat jam 7 pagi dari kostan. :) Untuk hari-hari berikutnya jam berangkat pagi saya alhamdulillah lancar dan on time..

Salah satu peraturan yang diterapkan di Dinkes Provinsi adalah diberlakukannya kegiatan apel pagi, yang di dalam apel tersebut dilaksanakan pembinaan, doa bersama, dan evaluasi kehadiran harian. Waahhhh sudah lama saya tidak ikut yang namanya apel atau upacara (kalau tidak salah terakhir kali ketika saya SMA, haha). Kegiatan apel pagi ternyata selain meingkatkan kedisiplinan, bagi saya yang ikut serta selama 4 hari rasanya setelah apel pagi membuat saya menjadi merasa siap untuk segala tugas yang akan diberikan kepada saya di hari tersebut. Hmmm seruuu.. :)


Bekerja selama 5 hari di Dinas Kesehatan sangat menyenangkan buat saya secara pribadi, yah selain karena basic saya yang selalu tertarik dengan masalah pemerintahan, tetapi juga dikarenakan pembimbing-pembimbing dari pihak Dinkesnya sangaaaaaattttt ramah...  :) i will miss them so much... (^_^)
Banyak ilmu dan pengalaman yang saya rasakan dan dapatkan selama 5 hari kerja di Dinkes Prov. Jabar, tetapi ini masih 15% dari seluruh kegiatan magang yang harus saya lakukan selama bulan januari-februari. Dengan pengalaman 1 minggu yang luar biasa ini saya lebih antusias lagi untuk 7 minggu yang masih tersisa.. sippp semangaaat!!!! \(^o^)> Nih, ada sedikit kenangan-kenangan saat saya mengunjungi gudang perbekalan farmasi Dinkes Prov. Jabar... hehe (lihat gambar disamping).

Okeee, ternyata menulis tidak bisa membuat ngantuk ya?? haha justru membuat saya semakin menggebu-gebu ingin menulis lagi, but i have to sleep now,... jangan sampai bangun kesiangan lagi untuk hari pertama magang di Dinkes Kota Bandung hari ini... :D Bismillah, Ya Rabb bimbinglah selalu langkah-langkah hamba.. amiin :)

Good night semuaaa... :)

Sabtu, 05 Januari 2013

Mengapa kita harus memaafkan?

Good morning everyone... hehe wah jarang-jarang ya saya membuat post di pagi hari? hmmm.. mungkin karena hari ini sabtu, hari ini saya libur kerja, dan hari ini saya ingin memulai pagi dengan hal-hal positif seperti biasanya. J Dari judul postingan hari ini sebenarnya sudah jelas ya apa yang ingin saya sampaikan, so kita langsung ke topik saja... J

Teman-teman, kapankah kondisi meminta maaf dan memaafkan dalam kehidupan teman-teman terjadi? pasti saat teman-teman membuat kesalahan terhadap orang lain dan orang lain membuat kesalahan terhadap teman-teman. Kesalahan seperti apa dan bagaimana tentunya setiap orang mempunyai alasannya masing-masing. Teman-teman mungkin yang berada dalam posisi memberi maaf pernah mengalami keadaan sulit memberi maaf. Mengapa hal itu terjadi? yups, kembali kepada alasan masing-masing. Ketika kita mengalami kondisi sulit memberi maaf pada umumnya kita kembali ke dua prinsip:
- Memaafkan belum tentu melupakan
- Memaafkan belum tentu mengembalikannya ke dalam kehidupan kita

Teman-teman perlu kita lihat kembali, apakah memang berbagai alasan dan prinsip yang membuat kita menjadi orang yang sulit untuk memberi maaf itu merupakan dasar yang tepat? ataukah hanya sekedar ego semata? yang hanya ingin mempertahankan harga diri kita sendiri? karena kita hanya ingin dihargai secara lebih? padahal dalam posisi sebaliknya ada yang sedang meminta maaf tulus kepada kita dan sangat mengharapkan permohonan maaf kita, sangat menunggu ajakan kita untuk mengembalikannya dalam kehidupan kita, sangat ingin memperbaiki kesalahan-kesalahannya. Lalu manakah yang tepat? kita tahu dan punya pendapat masing-masing manakah yang lebih tepat.

Menurut saya kondisi tidak memaafkan hanya akan menjauhkan saudara kita dari diri kita atau malah menjauhkan diri kita dari saudara kita. Apakah ada dari teman-teman yang mengalami kondisi tenang karena tidak mudah memaafkan? entah kenapa ketika saya mengalami kondisi sulit memberi maaf saya justru merasa tak nyaman, canggung ketika bertemu, sulit makan, kepikiran siang dan malam, merasa kehilangan, dan menyesal. Mirip orang yang jatuh cinta, tetapi dalam posisi tak menyenangkan. L Lalu bagaimana cara agar kita bisa kembali hidup dengan tenang, oleh karena itu maafkanlah dan lupakan kesalahan mereka. Mengapa saya mudah mengatakan "lupakan"? karena ketika kita sulit memaafkan kita dengan mudah pula "melupakan" setiap kebaikan orang tersebut hanya karena satu kesalahannya, lalu mengapa tak mudah juga kita melupakan semua kesalahan orang itu untuk satu kebaikannya? karena ketika orang yang bersalah sudah meminta maaf tulus kepada kita, maka mereka telah melakukan satu kebaikan. J

Bagi teman-teman yang muslim seperti saya, tentunya sudah hampir semua tahu bahwa dalam agama kita, kita tidak diperkenankan untuk marah atau menyimpan amarah lebih dari tiga hari. Saya sendiri kurang paham mengapa kita tidak boleh menyimpan amarah lebih dari tiga hari? Tiga hari tersebut menurut saya adalah waktu harapan. Harapan bagi yang meminta maaf, ketika tiga hari maaf mereka tak terbalas, maka sering kali membuat mereka memupus harapan mereka mendapatkan maaf karena mereka pikir maaf mereka tak terbalas. Harapan bagi yang memberi maaf, ketika tiga hari mereka tak memberi maaf, mereka telah memutus harapan untuk menjaga hubungan antara mereka dan saudara mereka karena tidak ada kelonggaran dalam hati dan sikap mereka.
Teman-teman, apakah teman-teman pernah membaca hadist berikut ini?
The Prophet (Sal Allahu Alayhi Wa Sallam) "Allah, Blessed and Exalted is He, says, 'O son of Adam, as long as you call on Me, I shall forgive you of what you have done, and think nothing of it. O son of Adam, even if your sins were to reach up to the clouds in the sky, and then you were to ask for my forgiveness, I would forgive you and think nothing of it. O son of Adam, even if you were to come to Me with sins nearly as great as the earth, and then you were to meet Me after, not worshipping anything besides Me, I would bring you forgiveness nearly as great as the earth.'" (HR Tirmidzi)
Subhanallah, Maha Suci Allah.. ketika Allah saja bisa memaafkan umatnya dengan semulia itu, lalu mengapa kita tidak bisa? apakah akan ada kerugian bagi kita untuk memaafkan orang lain? Jawabannya tidak.
Ketika kita dengan mudah memberi maaf kepada orang yang tulus meminta maaf atau memaafkan mereka sebelum mereka minta maaf bahkan sebelum mereka menyadari kesalahannya dengan tulus justru Allah memberi ketenangan pada diri kita. Ketenangan pada pikiran kita dan sikap kita menjalani hidup. Membuat kita nyaman dengan keseharian kita. Maaf tidak hanya akan membahagiakan orang-orang yang menerimanya, tetapi juga bagi orang-orang yang memberikannya. Silahkan teman-teman buktikan sendiri dalam kehidupan teman-teman... J

Selamat menikmati hari sabtu dan hari esok.. tetap jaga setiap cinta yang Allah tanam dalam hati kita, dan berikan serta sampaikan cinta itu kepada mereka yang membutuhkannya... J

Kamis, 27 Desember 2012

Sang Pendamping

Adakah dari teman-teman yang mempunyai hobbi nonton seperti saya?? sepertinya banyak yang mempunyai hobbi nonton... haha. Sama seperti teman-teman, dari sekian banyak hobbi yang saya miliki, salah satu hobbi saya adalah nonton. Nonton bagi saya bukan hanya sekedar menikmati apa yang ditayangkan dalam tontonan tersebut, akan tetapi karena saya tipe orang yang audio-visual, saya selalu mencoba mencari hal menarik apa yang ingin disampaikan dalam tontonan tersebut. Kalau ditanya genre apa yang saya suka? hmmm... semuanya selain horor. haha :D, entahlah bukan hanya sekedar karena saya takut dengan film horor, akan tetapi pernah sekali dua kali saya mencoba menontonnya tetapi sulit bagi saya untuk menggali apa makna yang ingin disampaikan dalam film horor itu. So, saya pun cukup selektif untuk memilih film-film yang ingin saya tonton. :)

Pada umumnya kalau ada yang tahu kita hobbi nonton, pasti akan ditanya "lebih suka film luar atau film Indonesia?" Weiiitss... saya senang kedua-duanya kok teman-teman, tapi seperti yang saya katakan, saya cukup selektif untuk film-film yang ingin saya tonton. Yah pokoknya film-film yang hanya sekedar nyampah, Oopps sorry, pasti tidak akan saya tonton... hehehe :D

Oke, pada intinya post saya hari ini ingin mereview beberapa film yang saya tonton minggu-minggu ini. Alhamdulillah liburan ini banyak film karya anak bangsa, Indonesia, yang sangat menarik perhatian saya. :) Saya sangat suka film-film Indonesia yang disadur dari beberapa buku yang pengarangnya merupakan pengarang-pengarang favorit saya. Entahlah harus merasa beruntung atau tidak, tapi dari beberapa film yang ditayangkan bulan ini hampir semuanya dari buku yang belum pernah saya baca. Hmmm.. at least saya bisa jadi lebih menikmati filmnya sich, soalnya hampir sama seperti yang lain, saya juga termasuk orang yang  sedikit berekspektasi lebih untuk film yang menyadur buku yang pernah dibaca. :D

Ada beberapa kesamaan makna yang saya tangkap dari dua film bangsa yang saya tonton bulan ini. Ops saya lupa bilang nonton film apa, hehe. Oke, minggu lalu saya nonton film Bidadari-bidadari Surga, lalu minggu ini saya nonton film Habibie & Ainun. Hal yang memikat perhatian saya dalam kedua film itu adalah peran wanita utama yang benar-benar membuat saya jatuh cinta. Laisa dalam film Bidadari-Bidadari Surga dan Ainun dalam film Habibie & Ainun. Saya kurang tahu banyak soal dunia akting, tapi sebagai orang awam saya ingin bilang, "sumpah, aktingnya oke banget!". Hehe...
Sip, kembali ke topik. Mengapa saya katakan ada kesamaan dari kedua tokoh wanita tersebut? Secara umum sebagian orang hanya akan melihat perbedaan latar belakang karakter kedua peran tersebut. Laisa yang bahkan tidak mampu menikah hingga akhir hayatnya, dan ainun yang memiliki suami setia hingga akhir hayatnya. Tapi sejak menit pertama film tersebut ditayangkan, saya menemukan satu karakter kuat dalam setiap perannya. Mereka berdua adalah wanita hebat, mereka berdua adalah Sang Pendamping. Baik Laisa maupun Ainun, keduanya merupakan contoh pendamping yang membuat saya kagum. Mari saya uraikan lebih jelas lagi apa maksud arti Sang Pendamping untuk kedua peran tersebut. 
(kiri) Laisa bersama adik-adiknya dalam film Bidadari-Bidadari Surga
(kanan) Bp. Habibie yang mendampingi Ibu Ainun saat dalam perawatan di rumah sakit
Karakter Laisa dalam film Bidadari-bidadari surga mengajarkan saya bagaimana perannya dalam mendampingi keluarganya. Laisa mendampingi adik-adiknya dengan menjadi tauladan, mendidik, membimbing, tegas tetapi penuh dengan kasih sayang. Laisa mendampingi ibunya dengan menjadi tulang punggung keluarga dan menguatkan ibunya. Sebagai wanita tentunya ia mempunyai keinginan untuk mendampingi pria yang ditakdirkan untuknya, sayangnya dalam kehidupannya ia tidak diberi kesempatan untuk itu. Akan tetapi, melalui keluarganya, ia curahkan setiap kasih sayang dan waktunya untuk mendampingi keluarganya, dengan penuh ketulusan, ia temukan kebahagiaan dalam setiap pendampingannya. Setiap kasih sayangnya dibalas dengan kasih sayang lebih besar oleh Allah dan keluarganya. Laisa mengajarkan pada saya, terkadang bukan siapa orang yang ingin kita dampingi, tetapi siapa orang yang membutuhkan dampingan kita. :)

Ibu Ainun, salah satu ibu negara favorit saya. Saat melihat karakter Ainun dalam film Habibie & Ainun ini mengingatkan saya pada nasehat ibu saya ketika saya sudah beranjak dewasa, "Nduk, siapapun suamimu nanti, terus dampingi seperti ibu mendampingi bapakmu... saat sukar tetap bersama, saat bahagia juga tetap bersama, sayangi dan ikhlas dalam setiap kondisi..." Ketika saya melihat beberapa status orang lain di facebook yang masih ada diantaranya hanya berpikiran harus dapat suami orang teknik lah, istri yang baik harus selalu ikut suaminya kemana-mana lah, dan sebagainya. Tetapi yang saya pelajari dari Ibu Ainun adalah ia selalu mendampingi suaminya seperti yang ibu saya nasehatkan. Ibu Ainun mendampingi suaminya saat berdua memperjuangkan hidup mereka di negeri orang. Ibu Ainun mendampingi suaminya dalam setiap duka dan suka terhadap setiap terpaan karir suaminya. Ketika mungkin sebagian besar orang meninggalkan Pak Habibie dalam setiap perjuangannya, tetapi di sana ia memiliki pendamping yang tak akan pernah meninggalkannya kecuali atas kuasa Tuhan, seorang pendamping yang akan menerima setiap kelemahan dan kekurangannya, seorang pendamping yang tak memerintah tetapi mengarahkan langkahnya agar tak tersesat, seorang pendamping yang akan menguatkan dirinya ketika lemah oleh keadaan, seorang pendamping yang akan selalu memegang tanganya dalam setiap langkahnya, dan seorang pendamping yang selalu mencurahkan cinta dan kasih sayangnya untuknya. Dan Allah membalas setiap ketulusan Ibu Ainun dalam mendampingi orang terkasihnya dengan cinta yang lebih besar dari Allah, suaminya, orang-orang terkasihnya, dan rakyat-rakyat yang didampinginya selama beliau menjadi ibu negara. :') Ibu Ainun mengajarkan pada saya, bukan apa yang akan kau terima dari orang lain, tetapi seberapa besar yang kau bisa berikan pada orang lain saat kau mendampingi mereka. :)

Laisa dan Ibu Ainun hanya dua dari banyak Sang Pendamping hebat yang saya kenal. Dari para pendamping itu saya belajar banyak hal kebaikan dengan asas ketulusan kasih sayang. Dan saya selalu menemukan kebahagiaan dari wajah mereka. Lalu saya kembali bertanya kepada diri saya, ingin menjadi pendamping seperti apakah saya nanti? Saya jawab pertanyaan itu dengan doa berikut ini,

"Ya Rabb, Allah Maha Pengasih dan Penyayang, curahkan selalu setiap kasih sayang dan ketulusan dalam hati dan peringai hamba... izinkan hamba selalu mendampingi keluarga hamba dalam setiap tangis dan senyuman mereka, izinkan hamba selalu mendampingi sahabat-sahabat hamba dalam setiap kesukaran dan kemudahan langkah mereka, izinkan hamba selalu mendampingi rekan-rekan hamba dalam setiap jatuh dan bangunnya perjuangan mereka,.. Ya Rabb, Allah Maha Pengasih dan Penyayang, izinkan hamba selalu mencurahkan cinta dan kasih sayang-Mu melalui tangan dan pelukan hamba untuk keluarga, sahabat, rekan dan orang-orang disekitar hamba yang membutuhkannya... Ya Rabb, Allah Maha Pengasih dan Penyayang, hanya pada-Mu hamba memohon dan hanya Engkaulah pengabul segala doa.." amiin... :') 

Selasa, 25 Desember 2012

Rekap Cerita Akhir Tahun

Hello looong loooong weekend... :)

Ohhh blog tersayang, sudah lama aku tidak menyentuhnya. Tak terasa waktu cepat berganti. Apa yang membuatku lama tak kembali menulis? sibuk kah? ah sayangnya memang itu menjadi alasan kuat selama ini. Wooow... entahlah ini memang benar kesibukan atau mencari kesibukan sendiri? haha sometimes, i hate myself that become a workaholic girl like this.

Sesibuk apa sih ampe 3 bulan lupa sama sahabat blognya ini?? huaaaa maafkan daku... Tapi percayalah, saya banyak cerita indah sepanjang 3 bulan hilang ini. Hmm.. mungkin saya spoiler sedikit lah yaaa.. untuk detail setiap ceritanya, insya Allah akan ada post tersendiri.. :D

my graduation :)
OKTOBER, woww.. i really really love this month!! Banyak memori indah, tapi juga tak terlepas dari memori sedih. Bahagia adalah di bulan ini saya dan adik saya ulang tahun, bulan ini saya lulus sarjana, bulan ini saya bersama sahabat-sahabat saya memantapkan ide bisnis kami, dan di bulan ini pula saya mengawali semester pertama kuliah profesi saya. Huaaa semangaaat!! :D Saya tidak akan membuat diri saya dilemahkan oleh keadaan untuk kedua kalinya, dan dengan bantuan dosen saya, saya diberi setumpuk pekerjaan yang mampu mengalihkan perhatian saya dan kembali semangat. Thanks Pak SX. :D

Best Poster Presenter
Alhamdulillah... :)
NOVEMBER, bisa saya katakan adalah bulan international untuk saya. Alhamdulillah tanggal 8 bulan ini saya dengan sempurna mempublikasikan penelitian saya di International Conference on Mathematic and Natural Sciences (ICMNS 2012), dan berhasil pulang dengan membawa gelar best poster presenter. Poster tersebut adalah desain pertama saya setelah vakum dari dunia desain selama lebih dari 4 tahun. Dan alhamdulillah hasilnya membawa prestasi tersendiri. (^-^). Dan serunya adalah setelah keberhasilan tersebut, berbagai job desain datang berturut-turut, job pertama yang saya terima adalah untuk mendesain segala kit acara yang diperlukan dalam acara The 3rd Asia Pacific Pharmaceutical Education Workshop (APPEW) dimana saat itu saya juga termasuk dalam team sekretariat acara. Acara APPEW ini diselenggarakan pada tanggal 20-21 Nov. Senang bisa ikut serta dalam acara ini, karena saya bisa bertemu dengan beberapa profesor dari kawasan asia pasifik. :)
Lunch with Nils And Frauke
Acara international selanjutnya adalah International Seminaron Natural Products Medicines (ISNPM 2012). Saya tidak ikut serta dalam kepanitian acara ini, karena saya membutuhkan waktu lebih untuk persiapan belajar UAS saya. Akan tetapi saya sedikit membantu dengan meluangkan waktu saya untuk menemani jalan-jalan salah satu tamu dalam acara ini yaitu Nils and Frauke, mahasiswa asal Jerman yang sedang melanjutkan studi PhDnya di Australia. Kami cukup bersenang-senang saat itu di Tangkuban Perahu dan Ciater. Senang mengenal mereka.. :)
Dan acara international terakhir saya bulan ini adalah saat saya menjalankan tugas sebagai protokoler dalam acara Indonesia-Japan Innovation Convention 2012. Karena saya sedang tugas sebagai protokoler maka memang tidak banyak cerita dari kegiatan ini. Tapi seru juga sih ketemu banyak profesor dan mahasiswa berprestasi dari Indonesia dan Jepang khususnya karya maupun penelitian teknologi yang mereka pamerkan. :)
Dari seluruh acara international tersebut memang semuanya kegiatan tentang pameran penelitian khususnya dalam bidang MIPA, Farmasi, dan Teknologi. Melihat secara langsung betap hebatnya karya mahasiswa Indonesia dan peneliti dari berbagai penjuru dunia ini semakin membuat saya bahagia karena masuk ke dalam dunia yang berlomba-lomba membenarkan penciptaan Tuhan. :) SEMANGAAAT!!!

cari kue ultah Yaya
bersama adik-adik tersayang
DESEMBER, bulan ini saya cukup mengautiskan diri dengan belajar karena saya sedang UAS. Setelah UAS pun saya malah disibukkan dengan proyek dosen, merilis bisnis, dan beberapa amanah tambahan lainnya.  Dan setelah satu persatu dijalankan, sekarang akhirnya saya punya waktu bernapas di tengah-tengah libur panjang. Salah satu hiburan saya di bulan ini adalah ketika ulang tahun adik saya yang berumur 3 tahun tanggal 7 desember kemarin. Hanya tiga hari saya pulang ke rumah, tapi cukup lah untuk mengobati kangen keluarga. Hehe.. dan saya kembali lagi ke Bandung untuk menyelesaikan semua tugas. Tadinya ingin pulang saja liburan panjang ini ke Solo, tetapi harga tiket naik minta ampun, tetapi itu bukan masalah utama, masalah utamanya adalah sudah kehabisan tiket duluan.. haha yasudah, akhirnya saya putuskan untuk pulang Januari nanti saja pas abang saya nikah. :D
Bosan juga sih liburan sendirian di Bandung saat teman-teman yang lain sudah pulang ke kampungnya masing-masing. Tetapi setidaknya saya juga sedikit bersenang-senang dengan memanfaatkan satu hari saya sabtu tgl 21 Desember kemarin untuk menikmati sensasi rafting di daerah Pangalengan. Itu merupakan rafting pertama saya dan membuat saya ketagihan ingin mencobanya lagi. Jadi mari siapkan dulu dananya dan cari teamnya. haha... :D
Selanjutnya saya bingung bagaimana mengisi waktu libur saya, mau kemana-mana males kena macetnya Bandung di hari libur, akhinrya saya putuskan untuk mengembangkan hobbi desain saya. Saya memang hobbi menggambar desain baju, tetapi selalu hanya sebatas dalam kertas, makanya kali ini saya mencoba mengubahnya ke grafik yang lebih bagus. Dan ini hasilnya :D
my dress design
Ingin rasanya mereview ulang semua cerita selama satu tahun terakhir, tetapi sepertinya dengan daya ingat otak saya yang lemah dan selektif (alias memori-memori yang jelek dihapus, haha) jadi yahh batal meniatkannya, haha. Setidaknya semoga setiap pengalaman berharganya masih tertinggal dalam pikiran dan peringai saya. Dan terima kasih untuk blog tercinta saya yang masih merekam beberapa kenangan di antaranya, jadi saya tak perlu menulis ulang. Haha.. :D

Saya banyak waktu luang liburan ini sebelum magang tanggal 3 Januari 2013 nanti. Sehingga dengan waktu yang tersisa saya ingin mempersiapkan diri saya lebih baik lagi, baik jasmani, rohani, maupun sosial. Dan kembali menyiapkan target-target yang ingin dicapai di tahun 2013 nanti. So, mari manfaatkan waktu liburan dengan sebaik-baiknya... :)

See You 2013, and please be nice to me... :)