Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Mei 2014

Step-step Mengatasi Kebosanan

Tik tok, jam berapa sekarang? Oh yeah, jam 01.22 WIB. Dan di sini lah saya, dengan laptop masih menyala di meja belajar saya. Tubuh saya lelah sebenarnya karena dua hari berturut-turut saya lembur kerja dan masih ada satu hari esok yang menanti untuk kembali lembur. Tetapi mata saya sulit terpejam, akhirnya saya memutuskan untuk menulis sesuatu sebagai pengantar tidur saya, apapun, apapun, apapun, aaa~ paa~ puun.

Hohoho, oke, selamat malam pembaca blog setia saya (fufufu~ sok artis banget?!) kali ini saya mau berbagi resep bagaimana cara mengatasi kehidupan sehari-hari yang cukup membosankan. Jika ada yang merasa hidupnya tidak membosankan, tak perlu melanjutkan membaca dan diijinkan untuk caw dari blog ini sekarang #evillaugh. Jujur, saya termasuk orang yang mempunyai tingkat kebosanan paling tinggi dalam standar ukuran saya (jangan tanya gimana standar yang dimaksud). Dengan indikasi mudah bosan yang akut tersebut, saya pun mempunyai berbagai macam treatment agar hidup saya kembali segar bugar. Berikut treatment yang saya jalani, haha.

1. Ibadah
Karena saya seorang muslim, ibadah rutin saya sehari-hari adalah dengan sholat dan membaca alquran. Mengapa menurut saya ibadah adalah salah satu cara mengatasi kebosanan hidup? Coba ingat baik-baik, sakit yang ingin kita obati adalah 'kebosanan hidup', dan jika kita sudah bosan dengan apa yang ada dalam kehidupan duniawi ini, maka pelarian utamanya adalah dengan melupakan sejenak kehidupan duniawi untuk menyiapkan kehidupan akhirat kelak yang nikmat dan tak membosankan. Indahnya kehidupan akhirat kelak hanya bisa dihimpun dengan amal ibadah selama di dunia. So, mengapa harus mengatakan tidak untuk menyisihkan waktu sekian jam dari 24 jam tiap harinya untuk beribadah? jika bosan beribadah satu jam, maka bisa ditingkatkan menjadi dua jam. Jika bosan beribadah dengan sholat wajib saja, maka bisa ditambahkan dengan sholat sunnah. Jika bosan hanya membaca 1-2 surat setiap harinya, bisa ditingkatkan menjadi 1-2 juzz berikutnya. Yups, ibadah tak akan pernah membosankan, karena kebahagiaan rohani selalu menjadi prioritas utama untuk menikmati kehidupan duniawi. Dan hanya melalui ibadah lah kebahagiaan rohani bisa tercipta.

2. Miliki teman sebanyak mungkin
Saya mempunyai prinsip menarik dalam menjaga kehidupan sosial saya, "dalam kehidupan saya, saya bertemu dengan jutaan orang, mengenal ribuan orang, dekat dengan ratusan orang, terikat dengan puluhan orang, tapi saya tahu endingnya saya akan berakhir sendirian." Yups, sudah sejatinya manusia diciptakan seorang diri dan akan berakhir (meninggal) seorang diri pula. Tetapi dalam perjalanan hidupnya manusia ditakdirkan bertemu dengan banyak orang, menjalin silaturahmi untuk saling mengenal dan belajar banyak hal dari orang lain. So, perbanyaklah teman, jaga komunikasi dan bangun hubungan sebaik mungkin. Entah dirimu yang akan bercerita atau mungkin mereka, akan selalu banyak hal yang bisa dipelajari, disyukuri dan direnungkan dari setiap timbal balik cerita yang dituangkan. Percayalah, sebuah hubungan sosial yang baik akan mampu membuat hidup menjadi lebih menarik. People come into your life for a reason, a season, or a lifetime. When you figure out which one it is, you will know what to do for each person.

3. Miliki hobbi sebanyak-banyaknya
Sebenarnya gak harus banyak juga sih, tetapi temukan hobbi-hobbi menarik yang bisa menghidupkan kehidupanmu yang hitam putih. Saya sendiri punya segudang hobbi untuk mengusir kebosanan saya. Saya senang menulis, membaca, badmintoon, catur, memasak, menyulam, menggambar, bersepeda, menari, yoga, nonton,  dan sebagainya. Yups, apapun hobbi kalian, nikmati dan kreasikan dengan sebaik-baiknya. :)

4. Jalan-jalan
Entah area perkotaan, pedesaan, maupun area wisata, baik dalam kota maupun luar kota, bahkan dari dalam negeri hingga luar negeri, jelajahilah semua tempat yang bisa kamu tempuh di sekitarmu. Prinsip saya adalah "dengan banyak mendatangi tempat-tempat baru maka aku akan banyak mengenal hal-hal baru.". So, mengapa harus terkurung dalam satu tempat saja jika dunia menawarkan kita berbagai macam warna dari seluruh tempat yang ada? mari kita nikmati anugerah Tuhan yang terlukiskan dari keanekaragaman tempat yang diciptakan. Dengan begitu kita akan tahu, bahwa dunia ini terlalu menarik untuk dibuat menjadi sekedar rutinitas yang membosankan. :D

Euhmmm saya rasa cuma itu saja sih treatment yang selama ini saya jalankan. Nanti kalau ada tambahan lagi, saya sisipkan segera deh. Hehe. Oke, selamat menikmati hidup, selamat malam, dan selamat tidur. Have a nice day tomorrow. :)

Senin, 28 November 2011

Anxiety Disorder

Wahhh ternyata UAS tinggal seminggu lagi dan seperti biasa, ITB selalu terdepan untuk ujian! haha.. okey, menjelang UAS sudah saatnya mulai mengulang kembali semua materi kuliah yang telah disampaikan di kelas. Nah, kali ini saya ingin sedikit mereview materi kuliah Farmakoterapi minggu kemarin. Materi kuliah kali ini adalah tentang Anxiety Disorder atau bahasa sederhananya yaitu gangguan kecemasan.

Anxiety Disorder
Mungkin anda bingung, kenapa gangguan kecemasan bisa tergolong dalam suatu penyakit?, mari saya jelaskan dulu pengertian dasarnya. Apa sih anxiety disorder? Anxiety disorder adalah suatu keadaan emosional yang biasanya terjadi akibat persepsi mengenai antisipasi akan bahaya dan keterancaman pada suatu individu. Kondisi ini bisa dikatakan sudah abnormal jika sudah mulai mengganggu aktivitas dan menyebabkan individu yang mengalaminya memberikan reaksi atau respon yang berlebihan pada lingkungan. Secara patofisiologi, penyakit ini disebabkan karena adanya gangguan pada prefrontal cortex dan amygdala yang sangat berperan dalam pengaturan sistem emosi di otak, apabila kedua hal ini terganggu maka akan meyebabkan sistem saraf otonomik menjadi hipersensitif dan bereaksi berlebihan terhadap berbagai rangsangan. Selain itu, gangguan ini bisa juga disebabkan oleh 2 neurotransmitter yang mempunyai fungsi abnormal, yaitu:
1. Adanya penurunan aktivitas sistem reseptor asam y-aminobutirat (GABA) sehingga menyebabkan terjadinya penurunan masuknya ion Cl- kedalam neuron sehingga membuat orang tersebut menjadi lebih hiperaktif atau semakin tak tenang.
2. Adanya transmisi serotonin (5-HT) yang berlebihan sehingga menyebabkan rangsangan berlebihan pada jalur stimulasi 5-HT

Aduuuwh berat juga penjelasan di atas, tapi ya memang itulah kondisi sebenarnya kenapa kita bisa mengalami gangguan kecemasan. Nah, pasti kalian bertanya lalu apa sich bedanya stress dengan cemas? Stress itu muncul karena adanya faktor pemicu stress (stressor) dan akan langsung sembuh ketika stressor itu hilang, sementara kecemasan itu terjadi ketika pasien masih tetap mengalami stress walaupun stressornya sudah hilang. Sesungguhnya kecemasan masih tergolong dalam kondisi ringan karena pasien masih tampak seperti orang normal hanya saja selalu mengalami gelisah dan rasa takut. Jika kecemasan ini tidak ditangani dengan baik maka ia mampu berkembang menjadi gangguan mental (masih mampu membedakan kondisi di sekitarnya tetapi kondisi mentalnya sudah abnormal) dan perkembangan lanjut yang paling dihindari adalah pasien menjadi mengalami gangguan jiwa (pasien sudah tidak mampu membedakan antara dunia khayal dengan dunia nyata).

Anxiety Disorder ini sendiri dapat diklasifikasikan menjadi 5 kelompok utama (Dickey et al., 2002), yaitu:
1. Generalized Anxiety Disorder (GAD)
Yaitu kondisi pasien yang mengalami kegelisahan dan kekhawatiran berlebihan untuk sejumlah peristiwa atau aktivitas. GAD mempunyai persentase kekambuhan yang paling tinggi dan kecepatan pemulihan kembali yang lebih rendah dibanding kelompok lain. Contoh dari GAD yaitu adalah kondisi cemas umum yang berlangsung secara terus menerus yang sangat mengganggu aktivitas sehari-harinya dan mereka sulit untuk mengendalikannya hingga berakibat menjadi susah tidur, ketegangan atau sakit pada otot, gemetar, merasa lemah ataupun sakit kepala, tidak dapat bersikap tenang, cemas dan mudah marah, dan sulit konsentrasi
2. Obsessive Compulsive Disorder (OCD)
Yaitu kelainan dimana seseorang memiliki ritual-ritual yang tidak bisa dia kontrol karena dia dihantui oleh pikiran-pikiran tertentu. Pasien terjebak dalam keteraturan yang kuat, perfeksionisme, dan kontrol mental sehingga mereka menjadi tidak fleksibel, tidak terbuka, dan tidak efisien. Contohnya adalah orang-orang yang sangat takut dan tidak ingin adanya kuman sehingga dia harus selalu melakukan prosedur yang terlalu berlebihan dengan urutan tertentu. Kelainan ini bisa sangat mengganggu kegiatan sehari-hari dan hubungan sosialnya.
3. Panic Disorder
Gejala inti dari panic disorder adalah panic attack. Orang dengan panic attack memiliki perasaan adanya teror yang menyerang secara tiba-tiba dan berulang tanpa adanya peringatan sebelumnya. Mereka tidak dapat memprediksi kapan suatu serangan akan terjadi. Dan beberapa orang mengalami anxiety yang hebat diantara tiap episodenya. Mereka juga mencemaskan kapan dan dimana serangan berikutnya akan terjadi. Terkadang mereka dapat menderita agarophobia sehingga berusaha menghindari tempat-tempat umum.
Ketika terjadi panic attack, beberapa gejala-gejala yang dapat muncul antara lain jantung berdebar dan sakit pada dada, berkeringat, gemetar, nafas pendek dan muncul sensasi seperti tercekik, mual ataupun rasa sakit pada perut, kepala terasa pusing, berkhayal dan diskoneksi dengan orang-orang disekitarnya, merasa takut kehilangan kontrol, “menjadi gila”, atau merasa sekarat, mati rasa, merasa kedinginan atau kepanasan.
Karena gejalanya yang parah, terkadang penderita panic disorder mengira bahwa diri mereka menderita serangan jantung ataupun penyakit lain yang mengancam jiwa.
4. Phobia
Phobia merupakan rasa takut yang berlebihan dan persisten terhadap objek, situasi, ataupun akitivitas tertentu. Rasa takut ini membuat penderitanya menghindari hal yang mereka takuti dengan sikap yang berlebihan.
Seseorang didiagnosis menderita phobia apabila rasa takut mereka sangat mengganggu hidup dan aktivitas mereka sehari-hari. Phobia dibagi menjadi tiga: social phobia, specific phobia, dan agoraphobia (American Psychiatric Association, 2005)
-Social phobia-
Social phobia atau social anxiety disorder merupakan suatu rasa takut atau kegelisahan yang berlebihan apabila seseorang berada di lingkungan sosial. Mereka takut merasa malu ataupun takut apabila dipehatikan oleh orang banyak. Misalnya berbicara di depan umum.
-Spesific phobia-
Spesific phobia merupakan rasa takut yang berlebihan terhadap suatu hal yang sedikit atau bahkan tidak berbahaya sama sekali. Penderita biasanya sadar bahwa rasa takut mereka terlalu berlebihan, namun mereka tidak sanggup untuk mengatasi rasa takut tersebut. Misalnya takut naik pesawat, atau takut terhadap hewan tertentu.
-Agoraphobia-
Agoraphobia merupakan rasa takut apabila berada di suatu tempat dimana penderita merasa tidak ada jalan keluar atau pertolongan orang lain. Apabila kondisi ini tidak ditangani, maka kondisi akan bertambah serius bahkan membuat penderitanya takut untuk keluar rumah dan selalu berusaha menghindari tempat-tempat umum.
5. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)
Post-traumatic stress disorder merupakan kondisi yang melemahkan seseorang yang berkembang akibat suatu kejadian yang menakutkan. Kondisi ini dapat muncul pada orang-orang yang berhasil selamat dari peristiwa fisik ataupun emosional yang sangat menakutkan.
Orang yang mengalaim PTSD biasanya mengalami mimpi buruk yang terus berulang, kenangan yang terus terbayang dan sangat menganggu, atau bahkan merasa kejadian buruk yang dia alami akan terulang kembali apabila dia berada pada situasi tertentu.
Orang dengan PTSD dapat mengalami gejala seperti mati rasa, gangguan tidur, merasa diawasi oleh seseorang, dan mudah marah. Kejadian yang dapat memicu PTSD contohnya adalah peperangan, serangan kekerasan personal, bencana alam, tragedi (misalnya pesawat jatuh), kekerasan fisik atau seksual ketika anak-anak, ataupun menyaksikan orang lain dalam suatu kecelakaan yang parah.

Secara etiologi penyebab penyakit ini tidak diketahui dengan pasti, tergantung jenis klasifikasi dari AD yang diderita oleh pasien. AD pada umumnya lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pada pria. Untuk proses diagnosanya sendiri juga didasarkan pada gejala yang ditunjukkan oleh pasien sehingga dokter mampu mengklasifikasikan jenis AD sesuai gejala-gejala tersebut.

Lalu sekarang, karena saya seorang calon farmasis tentunya yang jadi pusat perhatian saya adalah bagaimana terapi yang tepat yang harus kita berikan kepada penderita AD?
Terapi pertama yang disarankan untuk penderita AD adalah dengan terapi non-farmakologi (terapi tanpa menggunakan obat-obatan), pilihan terapi non-farmakologi yang dapat dilakukan antara lain:
1. Supportive/ Dinamic Psycotherapy
Yaitu terapi berkomunikasi dengan pasien dengan memberikan perhatian langsung terhadap pasien
2. Terapi kognitif
Pasien akan diajak memecahkan masalah-masalah menjadi beberapa bagian:
- Masalah sebagaimana orang melihatnya
- Pikiran seseorang mengenai masalah tersebut
- Emosi seseorang yang mengelilingi masalah tersebut
- Perasaan fisik seseorang pada saat itu
- Tindakan seseorang sebelum, selama, dan setelah masalah muncul
3. Terapi Behavioral
Konseling behavioral yang memfokuskan pada kegiatan (tindakan) yang dilakukan pasien.
4. Relaxation Training
Meningkatkan pemahaman tentang variabilitas dan signifikasi klinis hasil reduksi kecemasan.

Selanjutnya Terapi Farmakologi (penggunaan obat) yang dapat diberikan kepada pasien AD antara lain dibagi menjadi dua
1. Antidepresan
Antidepresan dapat digunakan sampai beberapa minggu sampai gejala mulai menghilang. Obat antidepresan yang digunakan untuk terapi anxiety diantaranya:
a. SSRIs.
Selective serotonin reuptake inhibitors atau SSRIs bekerja di otak pada serotonin dan memiliki efek samping lebih kecil dari antidepresan sebelumnya. Pada awal pemakaian pasien mungkin dapat mengalami rasa mual ataupun gugup, namun kondisi ini akan menghilang.
Beberapa pasien terkadang mengalami gangguan seksual setelah mengkonsumsi obat ini. Hal ini dapat diatasi dengan mengatur dosis obat ataupun menggantinya dengan SSRIs lain.
Fluoxetine, sertraline, fluvoxamine, paroxetine, dan citalopram merupakan SSRIs yang umum diberikan untuk kondisi panic disorder, OCD, PTSD, dan social phobia ataupun depresi. Venlafaxine (Golongan Serotonin Norepinefrin Reuptake Inhibitor) merupakan obat yang masih berhubungan dengan obat-obatan SSRIs dan sangat efektif untuk merawat GAD (termasuk obat kategori A dan sudah teruji).
b. Tricyclics (TCA)
Sebelum SSRIs ada juga obat lain untuk merawat anxiety disorder yaitu tricyclics. Obat ini seefektif SSRIs dalam mengatasi anxiety disorder, namun banyak dokter dan pasien lebih memilih memakai obat terbaru, yaitu SSRIs, karena tricyclic terkadang menyebabakan pusing, mengantuk, mulut kering, dan kenaikan berat badan. Apabila efek samping ini muncul, dosis obat perlu diubah ataupun dilakukan penggantian obat. Tricyclics sangat berguna untuk merawat orang dengan kekambuhan anxiety disorder dan depresi. Golongan obat ini diantaranya Clomipramine, satu-satunya antidepresan di golongan ini yang diresepkan untuk OCD, serta imipramine yang diresepkan untuk panic disorder dan GAD.
c. MAOIs
Monoamine oxidase inhibitors, atau MAOIs merupakan golongan paling tua dari obat-obatan anti depresi. MAOI yang paling umum diresepkan adalah phenelzine, yang efektif untuk orang-orang dengan kelainan panik dan social phobia. Tranylcyprominedan isoprocarboxazid juga dapat digunakan untuk mengatasi anxiety disorder.
Namun, penggunaan MAOI perlu diperhatikan dengan baik karena obat ini dapat berinteraksi dengan berbagai macam substansi seperti makanan (keju dan anggur merah) serta obat-obatan SSRI. Interaksi ini dapat berupa meningkatnya tekanan darah dan bahaya-bahaya lain yang dapat mengancam jiwa.

2. Antianxiety
a. Benzodiazepines.
Benzodiazepin bekerja dengan meningkatkan aktivitas reseptor GABA sehingga meningkatkan masuknya ion Cl- ke dalam neuron sehingga terjadi hiperpolarisasi. Benzodiazepines dapat mengurangi gejala dengan cepat dan memiliki sedikit efek samping, walaupun terkadang dapat menimbulkan rasa kantuk. Obat ini hanya diresepkan untuk jangka pendek, karena obat ini dapat menimbulkan toleransi bagi pemakainya. Atau dengan kata lain obat ini hanya digunakan untuk pasien dengan gangguan AD akut, jika pasien sudah sembuh pemberian obat ini harus langsung dihentikan, akn tetapi jika pasien belum sembuh maka kondisi itu menunjukkan pasien telah emningkat menjadi kondisi AD kronik dan harus segera diganti dengan antidepresan.
Pengecualian bagi kelainan panik, yang biasanya pengobatan dapat dilakukan 6 bulan sampai 1 tahun. Orang pengguna alkohol atau obat-obatan terlarang tidak dianjurkan memakai obat ini karena akan menyebabkan ketergantungan.
Beberapa orang dapat mengalami rasa kecanduan setelah mereka menghentikan obat ini. Hal ini dapat diatasi dengan mengurangi dosis obat secara bertahap. Pada beberapa kasus, penghentian penggunaan obat ini dapat mengakibatkan kembalinya gejala anxiety.
Masalah-masalah potensial dari obat ini mengakibatkan dokter jarang menggunakan obat ini, walaupun obat ini dapat memberikan keuntungan-keuntungan bagi pasiennya.
Beberapa obat benzodiazepines diantaranya clonazepam yang biasanya digunakan untuk social phobia dan GAD, alprazolam untuk panic disorder dan GAD, dan lorazepam untuk panic disorder (Dickey, 2002).
b. Buspirone.
Bekerja sebagai agonis parsial dari serotonin. Obat antianxiety terbaru, buspirone, dapat digunakan untuk merawat GAD. Efek samping yang dapat ditimbulkan diantaranya pusing, sakit kepala, dan mual. Obat ini harus digunakan secara teratur selama 2 minggu untuk mencapai efek antianxiety.
c. Beta-blocker.
Beta-blocker, misalnya propanolol, bekerja dengan mem-blok beta-reseptor adrenergik perifer yang mampu menimbulkan gejala tremor, berkeringat, kemerahan, dan takikardi sehingga mampu membantu mengatasi kelainan ansietas tertentu khususnya social phobia dengan gejala diantaranya jantung berdebar, tangan gemetar, dan gejala fisik lainnya.

Obat-obatan tidak akan menyembuhkan anxiety disorder, melainkan hanya mengendalikan gejala yang timbul sehingga pasien dapat menjalani hidupnya dengan lebih normal.
Terapi menggunakan obat-obatan dapat pula dikombinasikan dengan psikoterapi, dan bagi beberapa orang kombinasi ini merupakan pendekatan yang paling baik dalam perawatan.

Yupz, mungkin itu saja dulu yang bisa sampaikan, untuk jelasnya bisa langsung tanyakan saja, tapi pesan terakhir dari saya yaitu
Walaupun kita harus hati-hati dengan sikap cemas kita, tetapi jangan sampai kita justru dicemaskan oleh sikap menghindari cemas. Kecemasan tidak akan menyelesaikan masalah, jalani dan atasi semua permasalahan hidup dengan tenang. Keep Smile! :D
Khususnya buat yang mau UAS nih, gak boleh kena AD sebelum, selama, dan setelah UAS.. hahhaha SEMANGAT kawan!

Kamis, 09 Juni 2011

Blood Type B

Kali ini kita bercerita tentang apa yang saya lakukan di awal liburan dulu yukkk.. ^^

Kemarin saya nonton dorama jepang judulnya "Blood Type", dorama ini berisi 4 kisah tentang wanita yang mempunyai golongan darah berbeda dan ingin menikah. Dorama ini seru deh, karena di awal cerita sebelumnya ditunjukin dulu sifat-sifat dari masing-masing karakter berdasarkan golongan darahnya, dan karena golongan darah saya B otomatis saya langsung lihat cerita tentang karakter yang bergolongan darah B. :p




Dari dorama itu sifat golongan darah B antara lain :
1. Their planning ability is excellent, the feasibility of these plans are rather poor
Heuhmm untuk sifat yang satu ini gimana ya...?! hehehe memang sich saya sering sekali punya ide gila, rencana-rencana yang teratur, tetapi entah kenapa saya agak sulit untuk mengeksekusinya.. -.-", masih untung kalo dijalanin tapi gagal di jalan, kadang malah batal dijalanin.. hehehe.




2. They stick to their own convictions, no matter what
Kalo yang ini, saya tidak tahu apakah memang karena efek golongan darah atau emang udah dari kecil diajarin seperti ama Ibu buat tetap jaga pendirian. :)
Jadi jangan kaget kalo saya memang agak sulit dinasehati ya.. :D


3. They don't listen to what others are saying
Hehehe agak nyambung kali ya ama sifat yang kedua di atas, maaf ya jika saya keras kepala.. >.< (sadar diri, :p) 4. For them, being werd is something good
Gak juga tuh, saya merasa diri saya gak aneh.. saya hanya merasa diri saya unik dan spesial, setidaknya itulah cara agar saya lebih menyukai diri saya sendiri. :)
5. Basically they want to be free
Kalo untuk usia sekarang sih emang mungkin belum ingin terikat (walau emang basic nya saya tidak suka diatur, tapi saya tetap penurut kok..hohoho). Saya pun juga ingin segera bertemu orang yang mampu memegang saya seperti orang tua saya. :)
(curcol..:D)


6. Full of vigorous curiosity
Okee, yang tidak bisa disangkal deh, udah banyak orang yang kesel karena saya sering tanya dan selalu ingin tahu hingga yang selalu keluar dari perkataan saya adalah "hah, ada apa?" atau "kenapa?"... XDDDD





7. Pretty straightforward
Yang ini sepertinya harus sedikit dikurangi, -.-", sifat "terlalu jujur" dan "blak-blakan" itu ternyata ada baik dan ada buruknya juga lho.. hehehe



8. After a blow they recover quickly
TEPAT SEKALI!!!.. saya kalo lagi down memang terpuruknya parah banget, bisa nangis berjam-jam atau mengurung diri atau gak mau ngomong sama orang lain, tapi setelah merasa semua cukup yasudah langsung kembali pulih seketika dan tertawa sesuka hati seolah-olah tidak punya masalah sebelumnya. :p
Paling lama kalau lagi bete gak nyampe seharian juga, paling kalo udah bangun tidur ni tubuh juga udah seger lagi.. :)
Saya bersyukur punya sifat ini, hohohoho.. ~(^o^)~


Tapi teman-teman, walau mungkin sebagian besar sifat di atas ada pada kita orang-orang yang bergolongan darah B, tapi tetap saja semua orang itu tidak sama. Kita harus lebih mengenal kelebihan dan kelemahan pada diri kita sendiri, dan cintai diri kita apa adanya. SEMANGAT! :)

Jumat, 08 April 2011

Wanita X Parasit

Yeahhh.. hari ini kuliah tentang anti-parasit, setelah minggu sebelumnya kuliah tentang anti-cacing... hohoho.. :D
Semester 4 kemarin saya mengambil kuliah parasitologi-virologi yang kurikulumnya mengkaji dasar-dasar tentang parasit dan virus. Tetapi karena saya paling tak suka dengan hafalan total, ending-endingnya menguap deh itu kuliah dari otak (jangan ditiru ya teman2.. saya sudah taubat lho..) hehehe...
Untungnya di semester 6 ini ada kuliah farmakologi yang salah satu materinya tentang obat-obat anti-parasit dan anti-virus, dimana untuk memahami materi tersebut saya harus mempelajari kembali parasit dan virus, dan ternyata yang ada di otak saya tidak sepenuhnya menguap... :D

Ada dua parasit yang menarik perhatian saya, karena tentunya kedua parasit ini adalah parasit yang patut untuk diwaspadai oleh wanita, yaitu
1. Toxoplasma gondii
Penyakit yang disebabkan oleh parasit ini sering dikenal dengan penyakit toksoplasmasis. Parasit ini merupakan parasit yang mempunyai hospes definitif berupa kucing, melalui kucing peliharaan kita toksoplasmasis ditularkan lewat feses kucing atau lewat interaksi langsung dengan kucing. Pada feses kucing terdapat telur parasit yang bersifat infektif bila tak sengaja termakan manusia, kemungkinan lain telur ini akan ke hospes lain seperti tikus dan mengalami perubahan dari telur menjadi takizoid yang juga dapat bermigrasi ke tubuh manusia. Interaksi langsung terjadi jika takizoid tadi ada pada kucing, kucing yang suka menggerakkan badannya atau menggosok-gosokkan telinganya mempunyai kemungkinan menyebarkan takizoid-takizoid tersebut.
Mengapa parasit ini berbahaya pada wanita? karena parasit ini mudah bermigrasi ke rahim sehingga membahayakan wanita terutama wanita yang sedang hamil, ada berbagai kemungkinan bisa terjadi pada janin karena adanya parasit ini seperti keguguran, cacat kelahiran, kelahiran dini, hydrochepalus, dan kelainan mental pada anak.
Lalu bagaimana mengobatinya???
untuk mengobati dapat digunakan obat sulfonamides dan pyrimethamine, tapi pasien harus hati-hati dengan efek samping dari penggunaan kedua obat ini, sehingga obat ini tidak dianjurkan diberikan pada saat ibu hamil. Parasit toxoplasma gondii membutuhkan vitamin B untuk hidup. Pirimetamin menghambat pemerolehan vitamin B oleh tokso. Sulfadiazin menghambat penggunaannya. Dosis normal obat ini adalah 50-75mg pirimetamin dan 2-4g sulfadiazin per hari. Kedua obat ini mengganggu ketersediaan vitamin B dan dapat mengakibatkan anemia. Orang dengan tokso biasanya memakai kalsium folinat (semacam vitamin B) untuk mencegah anemia. Kombinasi obat ini sangat efektif terhadap tokso. Lebih dari 80% orang menunjukkan kebaikan dalam 2-3 minggu.

2. Trichomonas vaginalis
Penyakit yang disebabkan oleh parasit ini sering disebut sebagai penyakit keputihan atau Trikomoniasis. Parasit ini menginfeksi vagina wanita dan menyebabkan gejala-gejala seperti berikut kelahiran prematur , berat lahir rendah, dan peningkatan kematian serta predisposisi untuk HIV infeksi, AIDS , dan kanker leher rahim. Umumnya penderita trikomoniasis mempunyai keluhan seperti gatal-gatal atau rasa panas pada vagina, keputihan yang berbau tidak normal (busuk), rasa sakit sewaktu berhubungan seksual. Sementara pada laki-laki sebagian besar asimptomatik (tidak ada gejala). Mungkin ada keluhan nyeri pada saat kencing, nyeri pada uretra, testis atau nyeri perut bagian bawah. Obat yang dianjurkan untuk mengobati penyakit ini adalah metronidazole yang diberikan secara oral. Walau mayoritas menyerang wanita, tapi pada dasarnya penyakit ini ditularkan pertama oleh pria kepada pasangannya, sehingga pengobatannya adalah jika terjadi pada salah satu pasangan maka kedua-duanya harus diobati.

So, untuk pencegahannya dari gaya hidup saya sarankan untuk lebih terjaga (terutama wanita), mulai dari kalau bisa jauhlah dari kucing, menjaga kebersihan makanan, dan ketika di toilet saya sarankan untuk menggunakan toilet jongkok daripada toilet duduk untuk mencegah penyebaran trikomoniasis...
Hai para wanita, jaga diri Anda.. karena Anda adalah calon ibu anak-anak kebangsaan bangsa nanti.. amin.. ^_^

Selasa, 29 Maret 2011

Drama Korea vs Drama Jepang

Hehehe... dari judul blognya udah tahu lah yaaa... disini saya mau sedikit mengulas tentang kedua jenis drama itu, karena sepertinya akan kita temukan perbedaan maupun persamaan yang menarik diantara keduanya. Secara pribadi saya memang peminat drama korea dan drama jepang dibandingkan drama indonesia (a.k.a sinetron). Saya sudah mengenal (menonton sich tepatnya) drama korea dan drama jepang sejak kecil(lupa umur berapa, hehehe). Salah satu drama korea yang saya ingat misalnya Winter Sonata dan Endless Love, sementara untuk drama jepang misalnya seperti Itazura na Kiss dan beberapa drama yang dibintangi oleh Takuya Kimura seperti Long Vacation dan Love Generation yang ditayangkan di beberapa televisi swasta.
Lalu ketertarikan saya di drama korea dan jepang sempat berhenti sesaat saat saya duduk di bangku SMP dan SMA, karena saya lebih suka menghabiskan waktu untuk beraktivitas di sekolah dan bersama teman saya daripada nonton televisi. (hehehe anak yang aktif kan?! :D), tapi tidak untuk Doraemon dan Sinchan... saya masih suka kedua anime tersebut. ^_^
Kesukaan akan drama jepang dan korea kembali muncul ketika saya mulai memasuki bangku kuliah, euhmmm karena lingkungan sekitar saya yang banyak menggemari kedua jenis drama tersebut kali ya.. :D. Ternyata drama jepang dan drama korea saat ini bagus-bagus (walau yang saya tonton waktu kecil juga lebih bagus). Dari banyaknya drama yang saya tonton, saya sedikit menemukan perbedaan di dalamnya. Hayooo apaaa??? hehhehe...


Kalau menurut saya, walau mempunyai genre yang sama, tetapi terkadang sampaian yang ditangkap sangatlah berbeda. Pada saat nonton drama jepang, sering kali yang terasa adalah semangat-semangat yang cukup membara (bahasanya lebay, tapi bingung juga mengatakannya bagaimana, hehehe). Misalnya nih, kita menonton film Dragon Zakura yang menceritakan tentang perjuangan beberapa siswa SMA dari sebuah SMA yang mempunyai rata-rata nilai 32 yang berusaha untuk masuk ke Universitas Tokyo. Di drama ini sangat kuat bagaimana proses perjuangan mereka dan walaupun ada sedikit romansa di dalamnya, tetapi romansa tersebut tidak terlalu menonjol. Sementara pada salah satu drama korea yang berjudul God Of Study yang mengadaptasi drama jepang yang sama, lebih menonjolkan tentang romansanya, sehingga ketika orang membanding-bandingkan kedua drama tersebut akan banyak prokontra di dalamnya. Walau mungkin kita tahu itu memang aturan sutradara dalam mengonsep cerita, akan tetapi hal ini cukup memperjelas pikiran saya bahwa sebagian besar drama korea memang kuat dari segi romansanya, sementara drama jepang kuat dalam segi pengkonsepan cerita yang selalu mengedepankan bagaimana perjuangan-perjuangan dalam mendapatkan impian-impian (apapun itu).
Dari adanya perbedaan tentunya ada juga persamaan yang sangat menarik dan membuat saya tetap menyukai kedua drama tersebut, yaitu bagaimana mereka sangat mencintai budaya mereka dan menonjolkan keindahan budaya tersebut dalam drama yang mereka buat. Dan hal itu membuat orang-orang dari negara lain seperti saya sangat ingin berkunjung ke kedua negara tersebut untuk menikmati panorama keindahannya. Selain itu drama jepang maupun korea tidak mengangkat cerita yang membuat emosi meledak-ledak seperti saat menonton drama Indonesia. hahahaha, maafkan aku negerikuuuuu... :D
Mungkin cukup itu saja yang bisa saya sampaikan, jika ada pendapat lain, silahkan posting comment disini...:)