Tampilkan postingan dengan label Pengalaman baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman baru. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 April 2016

Why I Admire This Woman

Hari rabu, 20 April 2016, saya dan Bu Setyawati berangkat ke desa Pangkal Tapang dari jam 9 pagi berboncengan dengan motor. Di desa itu lah kami akan melakukan pemeriksaan kambing yang dimiliki oleh sekitar 10 orang janda yang tinggal di sana. Saya mengawali perjalanan dengan antusias yang tinggi karena pagi yang cerah. Tetapi antusias tersebut pun langsung berubah serius 15 menit kemudian saat saya menyaksikan bagaimana rusaknya satu-satunya jalan utama yang harus kita ambil untuk bisa ke lokasi. Akibat struktur aspal yang tidak baik, hujan selama beberapa bulan terakhir, aktivitas mobilisasi kendaraan besar, dan kurangnya fasilitas perawatan dan perbaikan jalan, maka tidak heran kondisi jalan utama tersebut semakin hari semakin memburuk. Hampir setiap 100-200 meter di jalan selalu kami temukan lubang besar yang harus kami waspadai. Hanya dari masalah yang timbul setelah lima belas menit perjalanan ini saja, saya langsung berpikir, "Tugas Ibu Set berbahaya dan berat sekali ternyata..". Tiga puluh menit setelah keluar jalan aspal, kami harus melewati jalan utama yang belum diaspal (baca: masih tanah merah), dan ingin tahu seperti apa kondisi jalannya? cek foto-foto di bawah ini. Saat melewati jalan tanah ini saya pun beberapa kali terpaksa harus turun dari motor dan berjalan kaki karena motor sulit untuk lewat. Sepanjang jalan Ibu Setyawati tak pernah berhenti memberikan saya senyuman sehingga membuat perjalanan yang tak mudah itu tetap terasa menyenangkan. Melihat bagaimana kondisi jalanan yang selalu dilewati Ibu Setyawati ini, membuat saya merasa tertampar dan menyesal karena saya sering mengeluhkan pekerjaan saya yang belum lah seberapa.
 

Setelah hampir satu jam melewati tanah merah, akhirnya kami tiba di lokasi jam 11 siang. Saat kami tiba di sana, langit tiba-tiba mulai mendung sehingga membuat rintikan hujan mengiringi empat jam waktu kami untuk memeriksa kambing. Satu persatu secara teliti Ibu Setyawati memeriksa kondisi kambing para janda tersebut. Kali ini saya bertugas membantu mencatat hasil pemeriksaan kambing. Kambing-kambing tersebut adalah bagian dari salah satu program konservasi ASRI, yaitu Program Kambing Untuk Janda. Program ini merupakan sebuah program yang fokus dalam kegiatan peningkatan nilai ekonomi dan sosial para ibu-ibu janda yang tinggal di sekitar Taman Nasional Gunung Palung dengan memberikan alternatif pencaharian melalui peternakan kambing agar aktivitas perambahan hutan dapat berkurang. Pemeriksaan yang dilakukan bu Setyawati pun tidak hanya memastikan pemerataan kambing, tetapi juga mengecek kesehatan kambing, kondisi kandang, dan melakukan pengobatan seperlunya untuk kambing yang sakit. Selama pemeriksaan saya melihat secara langsung bagaimana sabar dan cakapnya Bu Setyawati saat berkomunikasi dengan para janda serta betapa teliti dan pedulinya dia terhadap kesehatan kambing-kambing tersebut. She is the best!
 

Proses pemeriksaan kambing berakhir di jam setengah tiga sore dan kami pun langsung pulang setelahnya. Perjalanan pulang kami pun kembali diiringi oleh derasnya hujan yang sempat berhenti sebelumnya. Untuk pulang, kami harus kembali melewati jalan yang sama seperti saat kami berangkat. Di perjalanan pulang bu Setyawati berkata pada saya, "Alhamdulillah Mbak Indah hari ini kita bisa pulang awal, saya terkadang biasanya pulang malam karena langsung kejar dua desa sekaligus..". Mendengar hal itu, saya pun terdiam dan berpikir, "Di usianya yang sudah di atas 40 tahun ini, wanita ini harus bekerja dengan menempuh puluhan kilometer jalan rusak, berjam-jam menenggelamkan diri dan pikiran memeriksa kambing-kambing di kandangnya, tidak peduli cuaca hari itu cerah atau hujan, dan tak peduli waktu pagi, siang atau malam, ia selalu tersenyum dan melakukan pekerjaannya dengan maksimal. Betapa kecilnya saya!". Inilah mengapa Bu Setyawati yang rendah hati ini adalah salah satu wanita yang saya apresiasi dan kagumi. Dari pekerjaannya yang merupakan bentuk kontribusi nyata pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia itu, entah berapa puluh wanita (janda) yang telah tertolong kehidupannya dari segala dedikasi yang diberikan oleh Ibu Setyawati dalam pekerjaannya. Bulan April yang identik dengan peringatan hari Kartini dan hari Bumi ini pun, saya memilih memberikan penghargaan terbaik dan apresiasi tinggi kepada Ibu Setyawati yang sudah menjadi sahabat para ibu-ibu Janda di sekitar Taman Nasional untuk bersama-sama menjaga hutan kita. Pekerjaan hebat ini hanya bisa dilakukan oleh wanita yang hebat. Terima kasih Ibu Setyawati. :)

Rabu, 02 Desember 2015

Easy Silky Lemon Pudding

Hai guys! Setelah sekian lama vakum dari blog saya (baru juga dua bulan Ndah?! hehe) kali ini saya mau posting salah satu menu favorit dari hobbi memasak saya bulan ini. Resepnya simple kok! Check this out guys! :)

Bahan:

2 1/4 cup susu cair
1/2 cup light brown sugar
1/2 cup gula pasir/ gula jawa (atau gak usah sama sekali buat yang lagi diet gula)
1/4 cup maizena
4 kuning telur
sedikit garam
1/2 cup air perasan jeruk lemon
3 sdm butter suhu ruang
2 sdm parutan lemon
1/2 sdm agar-agar instan

Cara membuat:
Adonan I : Siapkan panci, campur susu + gula+ maizena dan aduk hingga rata.
Adonan II: Siapkan mangkok, aduk kuning telur + parutan kulit lemon + garam.
Masukkan adonan II ke adonan I.
Masak dengan api sedang, lalu masukkan agar-agar dan aduk hingga kental.
Angkat setelah kental kemudian masukkan air lemon dan butter, aduk rata.
Masukkan ke gelas saji atau kotak makanan dan dinginkan dalam kulkas.
Selesai!! Nyummy!! :)

Senin, 24 Agustus 2015

Bubur Pedas Sukadana

Bubur Pedas
Bubur pedas merupakan salah satu makanan khas Sukadana, Kalimantan Barat, yang awalnya tidak saya minati namun kini menjadi salah satu makanan favorit saya selama di sini. Sesuai dengan namanya, bubur ini merupakan bubur nasi yang nikmat disajikan dengan rasa pedas. Perbedaan antara bubur ini dengan bubur lainnya  adalah banyaknya gizi dan nutrisi yang bisa kita dapatkan dari sayur-sayuran yang mengkomposisinya. 
Sayur-sayuran yang sering digunakan antara lain daun kesum, kangkung, kacang panjang, daun cangkok manis (daun katuk), daun pakis, daun kunyit, ubi singkong dan lain-lain. Daun kesum (Polygonum odoratum) merupakan sayuran khas dengan aroma menarik yang menjadi sayuran wajib dalam masakan bubur pedas. Untuk penikmatnya kita bisa tambahkan daging sapi atau kulit sapi yang direbus kemudian dipotong-potong dan dimasukkan ke dalam campuran masakan. Bumbu yang digunakan pun cukup lah sederhana, antara lain lengkuas, serai, daun putih, ketumbar, bawang putih, dan garam. Lalu untuk topping nya biasanya kita masukkan ikan teri goreng dan kacang tanah goreng. Dan yang terakhir ditambahkan sebelum dimakan adalah sambal cabe rawit dan kecap. Saya tidak tahu yang lainnya bagaimana, tetapi bagi saya makan bubur pedas satu porsi tidak pernah mengenyangkan saya, dan akhirnya memaksa saya harus makan tiga porsi piring karena rasanya yang nikmat. 
Kegiatan memasak bubur pedas merupakan kegiatan menarik karena dilakukan gotong royong bersama ibu-ibu warga setempat dan dinikmati bersama-sama saat masih hangat. Aktivitas memasak bubur pedas akan menjadi salah satu aktivitas yang saya rindukan saat meninggalkan Sukadana nanti.

Minggu, 26 April 2015

Hasil Hutan Non-Kayu

Foto Bersama Dengan Seluruh Pengrajin Craft Kalimantan
Oh Tuhan, mengapa hati saya mudah sekali terpincut dengan berbagai kreatifitas indah yang tercipta melalui tangan-tangan ajaib manusia dalam sebuah karya seni?. Saya tidak mengerti bagaimana pendapat orang lain memandang sebuah seni, tetapi saya sudah mencintai seni sebagai bagian hidup saya sejak kecil. Selalu ada hal menarik yang saya lihat setiap saya bertemu dengan karya-karya Tuhan yang tercipta melalui jari-jari manusia itu. Dan kebahagiaan datang saat saya bertemu dengan sebuah seni indah yang dihasilkan dari tangan-tangan kreatif pengrajin di Kalimantan dan Papua kemarin. Pertemuan ini diwadahi dalam sebuah kegiatan Pertemuan Tahunan Pengrajin Jaringan Craft Kalimantan ke-4 di Sukadana, Kayong Utara. Kegiatan ini diselenggarakan oleh berbagai yayasan profit maupun non-profit yang berada di kawasan Kalimantan dan Papua. Peserta yang hadir adalah para pengrajin dari seluruh kawasan Kalimantan (Barat, Timur, Tengah, Selatan, dsb) dan pengrajin khusus dari Papua. Mereka tidak hanya pengrajin yang kreatif, tetapi juga ramah dan menyenangkan. 

Anting-anting buatan saya :)
Para pengrajin ini menyebut karya mereka dengan sebutan "hasil hutan non-kayu". What's that? ops pelan-pelan teman. Hasil hutan non-kayu adalah salah satu karya masyarakat lokal Kalimantan dan Papua yang memanfaatkan tumbuhan-tumbuhan hutan selain kayu menjadi sebuah kerajinan tangan yang menarik untuk dilihat dan digunakan. Mereka mengubah pandan, akar, ranting, serat dan pakis menjadi sebuah perhiasan manis seperti tas, gelang, kalung, anting, tikar, topi, selendang, baju, dan sebagainya. Tentunya dalam kesempatan ini selain menikmati manisnya karya yang dihasilkan dan membeli beberapa diantaranya untuk dibawa pulang, saya pun menyempatkan diri untuk belajar langsung dari mereka dalam workshop pelatihan yang diberikan. Sungguh indah sekali!! :)
Craft Tas, Sarung, Selendang, dsb
Craft anting-anting, kalung, gelang, dsb.
Workshop Session


Minggu, 18 Januari 2015

Memasuki Hutan Hujan Tropis Indonesia di Borneo

 
Sabtu, 17 Januari kemarin saya mendapatkan hadiah terbesar dalam hidup saya sebagai penduduk Indonesia, Sang Zamrud Katulistiwa. Selama 24 tahun hidup saya akhirnya kemarin saya bisa menghabiskan 6 jam menikmati surga dunia di hutan Gunung Palung, salah satu hutan hujan tropis dengan ekosistem terlengkap yang dipuji dunia. Sulit untuk mendeskripsikan hebatnya sensasi yang saya rasakan kemarin. Dan ketika suatu keindahan sulit diungkapkan dengan kata-kata, maka keindahan tersebut pastilah terlalu indah melebihi persepsi manusia. Akhirnya hanya muncul deskripsi sederhana dari saya yang mungkin tidak bisa mewakili seluruh kemegahan yang saya rasakan kemarin.


"Begitu indahnya Tuhan menciptakan jutaan pohon dan hewan di sekitar kita. Suatu tempat dimana aku berlindung dari derasnya hujan di bawah lebatnya dedaunan pohon yang besar. Suatu tempat dimana aku berpegangan pada kokohnya pohon dan kuatnya akar agar tak terjatuh saat berjalan. Suatu tempat dimana aku yang sering kali merasa besar mulai menciutkan diri bahwa aku bukanlah apa-apa dimata ciptaan Tuhan yang lainnya. 


Tempat itu penuh suara burung yang tak wajar dibandingkan suara burung-burung yang sehari-hari aku dengar. Di tempat itu, aku bisa mendengar bahwa burung-burung itu sedang berbicara bersama alam. Musik alam pun diperindah dengan merdunya suara aliran sungai yang jernih dan segar. Kuhentikan sejenak langkahku untuk merendamkan diri dalam dinginnya air hutan yang menyejukkan. Aku merasa hidup dalam setiap tetes air yang kuteguk darinya. Di tempat itu aku merasa aku lah orang terkaya di dunia. Dan jika kau bertanya kekayaan apa yang kumiliki? kuberitahukan pada kau bahwa kekayaan yang kumiliki adalah rasa syukur dan puji terhadap setiap keindahan yang Tuhan ciptakan di duniaku."


Alhamdulillahirobbil alamin... :)

Kamis, 25 Desember 2014

Home Alone

Fyuhhh sudah berapa lama ya saya gak nulis di blog saya? Hello Indaaaah.. baru juga bulan november kemaren pasang tulisan gitu loh?! Opss sorry... saya kira sudah lama... hahaha #Monolog gak penting.
Sejujurnya saya gak tau harus nulis apa kali ini, hanya saja saya sedikit merasa kesepian karena gak tau lagi harus ngapain hari ini. Jadilah saya nulis gak jelas di blog saya (nyampah banget gw!). Weeehhh??? kenapa kok bisa gak tau harus ngapain Ndah??? (Parah monolog saya mulai gak ketolongan ini?!) -______-"
Sejak hari selasa 23 desember kemarin sampai besok tanggal 5 januari tempat saya kerja (baca: ASRI) sedang libur panjang untuk hari natal dan tahun baru. Dan karena sedikit permasalahan finansial saya bulan-bulan ini berakhirlah saya tidak bisa pulang kampung karena mahalnya tiket pesawat (iiihhhhhh kenapa sih gak ada pesawat harga kereta ekonomi?!! lempar bantal ke muka sendiri!). Akhirnya inilah kondisi saya saat ini, tinggal sendirian di Girl's House yang biasanya ramai karena ada 7 cewek cantik yang tinggal bersama. Kata teman saya, kondisi yang terjadi pada saya saat ini sering disebut orang amerika dengan istilah 'self-vacation' yang artinya menghabiskan waktu berlibur stay di rumah. Yah apapun julukannya sebenarnya gak penting, karena pada intinya saya harus mencari solusi apa yang harus saya lakukan saat tinggal sendirian di rumah (mata menyala penuh semangat, hohoho). 
Hari pertama rabu kemarin saya habiskan dengan bersih-bersih rumah mulai dari buang sampah, ngepel, cuci baju, dan sebagainya. Hari ini tidak ada pekerjaan besar di rumah, jadi saya hanya melakukan hal rutin dari masak, olahraga pilates, mandi, makan, setrika baju, nonton film dengan kucing saya, baca buku, dan selesai. Yahhhh sepertinya hanya hal itu yang bisa saya lakukan sendirian untuk 10 hari yang tersisa sekarang. #krik krik krik

Oke, sekian dulu tulisan saya! saya mau kasih makan kucing saya dulu yaa! fufufufu~ semangat Indah!!! :) 
#yang baca tulisan saya yang gak penting ini please jangan kecewa ya! hahaha

Jumat, 21 November 2014

Five Days, Four Nights

Tepat saat pemerintah memberitakan kenaikan harga BBM, saya bersama teman-teman ASRI sedang melakukan penyuluhan kesehatan dan lingkungan di 6 dusun sekitar Taman Nasional Gunung Palung selama lima hari empat malam. Lima dari 6 dusun tersebut belum terakses sinyal telekomunikasi, empat dari 6 dusun tersebut belum mempunyai sumber air bersih dan toilet memadai, dan satu dari 6 dusun tersebut belum mendapatkan fasilitas listrik sama sekali.

Perbatasan TNGP di dusun Matan Jaya
Banyak cerita menarik yang saya alami selama mengunjungi dusun-dusun tersebut. Tetapi salah satu hal yang menjadi perhatian saya adalah saat menghabiskan waktu di dusun Matan Jaya, salah satu dusun di sekitar Taman Nasional Gunung Palung yang tidak memiliki akses telekomunikasi, air bersih, dan listrik sama sekali. Untuk mendapatkan sinyal telepon mereka harus pergi ke desa lain yang sudah memiliki akses telekomunikasi. Sementara untuk sumber air rumah tangga mereka masih tetap menggunakan keruhnya air sungai di daerah mereka yang dialirkan melalui pipa. Kalian tidak akan menemukan toilet keramik di sini, karena toilet yang mereka gunakan merupakan toilet sederhana dengan lubang pipa besar. Lalu bagaimana dengan listrik? tadinya saya pikir saya tidak akan menemukan hal seperti ini lagi di Indonesia, tetapi ternyata masih ada suatu dusun yang menggunakan lampu minyak sebagai sumber penerangan utama di rumah mereka. Minyak yang mereka gunakan bukanlah minyak tanah yang saat ini sudah langka, tetapi dengan solar yang mempunyai harga lebih terjangkau daripada bensin. Harga solar di dusun tersebut kurang lebih Rp 10.000,-/liternya, sementara harga bensin adalah Rp 12.000,-/liternya. Entahlah berapa harganya sekarang saat pemerintah sudah menaikkan harga BBM di masyarakat. Belum lagi dusun Matan ini termasuk dusun yang sangat jauh dari perkotaan, bisa diperkirakan berapa banyak bensin yang mereka butuhkan untuk transportasi mereka sehari-harinya?. Yah, saya tahu, bahan bakar minyak menjadi salah satu pengeluaran terbesar mereka setiap bulannya.

Diakui atau tidak, berbagai macam pikiran pun muncul dalam renungan saya selama menghabiskan waktu bersama warga dusun-dusun tersebut. Apapun hasil renungan tersebut biarlah menjadi cerita saya sendiri untuk saat ini. Namun begitu saya mengetahui kabar tentang kenaikan harga BBM dan berbagai landasan ditetapkannya kebijakan tersebut, muncul secuil harapan yang ingin saya sampaikan kepada pemerintah negeri ini. "Wahai para pemimpin bangsa, pastikan setiap kebijakan yang diterapkan di negeri ini tidak hanya dihasilkan dari kebijakan pemikiran, akan tetapi dilakukan dengan kebijakan tindakan. Saat engkau menambahkan satu beban kehidupan pada rakyatmu, maka hendaklah engkau meringankan satu beban dalam kehidupan mereka."

Terima Kasih.

Minggu, 29 Juni 2014

I'm Clinical and Community Pharmacist


Seperti halnya ketakutan setiap mahasiswa apoteker yang baru saja lulus, hal itu pula yang saya rasakan saat saya mulai meninggalkan gerbang Ganesha. Berbagai tuntutan dan tantangan sebagai lulusan baru pun mulai menghampiri. Apalagi untuk mahasiswa yang tergolong standar-standar saja seperti saya saat kuliah. Banyak keraguan yang muncaul saat masuk dunia kerja ini. Apakah saya akan menemukan tempat yang tepat sesuai keinginan dan keahlian saya? Dan jawaban untuk pertanyaan itu tidak datang langsung seketika kepada saya. Allah memberi saya waktu enam bulan untuk menikmati dan mencari pengalaman di berbagai tempat sebelum menemukan saya dengan jodoh pekerjaan saya. Baik rumah sakit maupun apotek sudah saya coba selama enam bulan tersebut. Walau banyak pengalaman dan manfaat yang saya terima selama bekerja di tempat-tempat tersebut, entah mengapa saya masih merasa kurang bahagia. Ada sesuatu yang mengganjal dalam diri saya, ada sebuah kepuasan yang tak terpenuhi. Bukanlah kepuasan materil yang tidak saya dapatkan, tetapi kepuasan batin terkait dengan idealisme diri yang saya terapkan. Selama lima tahun kuliah di program studi farmasi jurusan farmasi klinik dan komunitas, baik di bangku kuliah maupun organisasi-organisasi yang saya ikuti telah menyuntikkan dalam pikiran dan karakter saya tentang bagaimana peranan yang tepat seorang farmasis (apoteker) klinik dan komunitas di masyarakat. Kesalahan saya di sini adalah saya menerapkan standar yang terlalu ideal dalam tujuan hidup saya sebagai seorang farmasis klinik. Enam bulan pengalaman kerja yang telah saya cicipi justru membuat saya pesimis dan menyimpulkan bahwa saya tak akan menemukan pekerjaan sesuai idealisme itu di Indonesia. Tapi kembali untuk kesekian kalinya, ternyata Allah menunjukkan saya bahwa tidak ada yang tak mungkin selama saya mempunyai niat yang kuat. Allah kenalkan saya pada Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) yang saat itu sedang membutuhkan tenaga apoteker di klinik ASRI. Saya pernah mendengar dan mengenal tentang ASRI sebelumnya saat kuliah, dan saya langsung jatuh cinta pada organisasi ini saat saya mengetahuinya dahulu. Maka tanpa pikir panjang saya pun langsung menerima tawaran itu segera saat kesempatan itu datang.

Hari ini tepat sudah dua bulan saya membantu di klinik ASRI sebagai seorang apoteker. Lalu apa bedanya apoteker di klinik ASRI dengan apoteker di tempat lain? sebenarnya saya masih terlalu dini di dunia kerja, tetapi jika dibandingkan dengan beberapa tempat saya bekerja sebelumnya, baik saat magang kuliah maupun setelah lulus kuliah, saya rasa di sini lah farmasi klinik dan komunitas benar-benar terimplementasikan dengan baik. Dan satu hal penting yang saya dapatkan di sini, yaitu akhirnya saya menemukan sebuah kebahagiaan yang sudah saya cari sebelum-sebelumnya. Penasaran seperti apa kebahagiaan yang saya temukan di sini? baca tulisan saya selanjutnya di bawah, hehe.

Seperti halnya apotek klinik pada umumnya, tentunya tidak terlalu berbeda mengenai tugas dasar seorang farmasis saat mengelola suatu apotek klinik. Farmasis bertugas dalam mengelola inventarisasi apotek mulai dari perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pengelolaan, pendistribusian dan penyerahan obat hingga pemusnahan obat. Penyiapan obat yang tepat dari saat resep diterima hingga obat diberikan pada pasien pun juga sudah merupakan rangkaian wajib tugas seorang apoteker di apotek klinik. Tetapi saat berbicara tentang farmasi klinik, maka tentunya tak hanya hal inventarisasi yang dilaksanakan di dalamnya, melainkan juga tentang peranan apoteker dalam pemilihan obat. Klinik ASRI yang terbentuk dalam budaya kerja kekeluargaan yang kuat sangat menjunjung tinggi kerja sama yang baik antara seluruh praktisi kesehatan dalam memberikan pelayanan pengobatan kepada pasien. Dalam setiap pemilihan pengobatan yang tepat, diskusi antara dokter, perawat, dan farmasis sudah menjadi budaya kombinasi yang selalu dijalankan di klinik ASRI. Inilah satu dari sekian kebahagiaan yang saya peroleh, sebuah kebahagiaan tentang bagaimana setiap ilmu yang saya miliki benar-benar dihargai dan dibutuhkan di sini, sebuah kebahagiaan di mana pendapat apoteker (farmasis) juga dilibatkan dalam pengambilan keputusan pemilihan obat.

Salah satu hal yang tidak dapat saya lakukan di tempat-tempat kerja sebelumnya adalah memaksimalkan kegiatan konseling obat kepada pasien. Tetapi tidak di sini. Di klinik ASRI penjelasan detail obat kepada pasien juga merupakan tanggung jawab utama apoteker saat penyerahan obat. Di sini saya diperbolehkan berinteraksi langsung dengan pasien dan menjelaskan sebanyak-banyak hal yang dibutuhkan pasien terkait pengobatan yang diterimanya. Inilah keistimewaan di klinik ASRI, dimana mungkin beberapa tempat pelayanan kesehatan di luar sana masih sering kali terjadi perebutan dan debat tentang porsi atau peranan dokter dan farmasis, tetapi di klinik ASRI justru konten tanggung jawab masing-masing praktisi kesehatan sangatlah jelas dan sinergis. Kedekatan dan kerja sama antara berbagai praktisi kesehatan terjalin baik secara personal dan profesional. Bagaimana hal ini bisa terjalin dengan baik di ASRI? satu yang sadari adalah karena semua orang di sini datang dengan tujuan yang sama dan diperlakukan sama satu sama lainnya.

Kegiatan menarik lainnya yang dilakukan di klinik ASRI adalah kegiatan medical teaching harian yang diberikan baik dari volunteer doctor yang sangat berpengalaman dari luar maupun dari dokter klinik ASRI sendiri untuk memberikan pengetahuan tambahan kepada praktisi kesehatan lainnya. Saat berbicara tentang ilmu, maka ilmu tersebut tidaklah hanya berhak diperoleh oleh sebagian atau sekelompok orang saja, melainkan untuk siapapun yang membutuhkannya. Saya pun mempunyai kesempatan belajar lebih tentang penyakit, diagnosis, dan management pengobatan dari para dokter di klinik ASRI melalui kegiatan medical teaching ini. Yaa Rabb, tempat ini sungguh sempurna untuk saya.

Yang terakhir saat kita berbicara tentang farmasi komunitas maka tentunya hal itu terkait dengan kehidupan sosial seorang farmasis di lingkungan ia berada dan seberapa besar manfaat yang bisa ia berikan pada komunitas masyarakatnya. Ada dua kegiatan menarik di ASRI yang sangat mendukung kegiatan komunitas saya sebagai seorang farmasis. Salah satunya adalah kegiatan klinik keliling ASRI ke daerah-daerah pedalaman yang sulit dijangkau transportasi. Kegiatan ini dilakukan selama satu atau dua kali dalam sebulan, tergantung daerah yang membutuhkan. Kegiatan klinik keliling ASRI dilakukan selama dua hari di daerah yang bersangkutan. Pada kegiatan klinik keliling ini selalu diberangkatkan sebuah team yang terdiri dari seorang dokter, seorang perawat, dan seorang farmasis. Kesinergisan seluruh praktisi kesehatan dalam memberikan pelayanan klinik keliling ASRI tidaklah berbeda dengan apa yang seperti biasanya dilakukan di klinik ASRI harian. Selain kegiatan klinik keliling, implementasi farmasi komunitas yang saya jalankan di sini adalah melalui penyuluhan kesehatan ke daerah-daerah sekitar taman nasional yang dilakukan sebulan sekali. Kegiatan penyuluhan ini selalu menjadi agenda menarik karena seluruh lapisan masyarakat selalu datang penuh antusias untuk mendengarkan. Baik anak-anak, remaja, maupun lansia. Selain itu ada pula kegiatan promosi kesehatan kepada masyarakat yang dilakukan di klinik setiap minggunya. Baik kegiatan penyuluhan kesehatan di desa maupun kegiatan promosi kesehatan di klinik selalu menyampaikan penjelasan tentang penyakit dan manajemen penanganan yang bisa dilakukan oleh masyarakat saat mendapatinya. Setiap kegiatan yang dijalankan selalu membuat saya bersemangat dan tentunya dengan banyaknya manfaat farmasis di sini maka saya pun tak mungkin tak bahagia. :)

Masih banyak tantangan dan tanggung jawab saya sebagai seorang farmasis klinik dan komunitas di tempat ini atau mungkin di tempat lain suatu saat nanti. Semoga sedikit tulisan ini bisa menjadi penyemangat untuk para farmasis klinik yang membacanya. Terus semangat untuk memberikan yang terbaik sebagai seorang farmasis klinik dan komunitas. Hidup farmasis Indonesia!! :)

Sabtu, 14 Juni 2014

Perbedaan Farmasis Dan Apoteker?

Oke, sudah lama nih sepertinya saya tidak menulis tentang keprofesian yang saya emban dalam hidup saya. Tulisan kali ini berawal dari peristiwa sederhana yang terjadi tiga minggu yang lalu. Tiga minggu yang lalu Mbak Etty sakit masuk angin akibat rutinitasnya yang cukup padat. Walau saya banyak belajar dan bekerja di bidang obat sintetik, tetapi untuk kehidupan sehari-hari saya lebih memilih menggunakan cara-cara tradisional. Otomatis saat mbak Etty sakit, saya pun segera buatkan wedang jahe dan bubur sayur buat mbak Etty. Alhamdulillah dengan tambahan istirahat yang cukup, mbak Etty pun kembali segar bugar setelahnya. :)

Saya merasa apa yang saya lakukan hanyalah hal biasa yang sering dilakukan masyarakat Indonesia pada umumnya. Tetapi ternyata hal tersebut justru menjadi perhatian menarik bagi dr. Krista Farey, seorang volunteer doctor dari California.

dr Krista : "Indah, how did you know about traditional medicine like that?"
Me : "Ohhh, I always used traditional medicines in my daily life since childhood dr Krista... And I learned more when I was in college."
dr Krista : "It's a good thing that you know about chemical and traditional medicines.. You know, in London, pharmacist is someone that only know about chemical medicines, then apothecary is someone that knowing more about traditional medicines.. you're great because you know about both of them..."

Saat mendengar penjelasan tersebut pun sebenarnya saya menjadi bingung, lalu sebutan apa yang sebaiknya diberikan kepada farmasis atau apoteker Indonesia yang sebagian besar memang memadu-padankan ilmu pengobatan kimia dan tradisional dalam satu rumpun ilmu yang disebut farmasi? heuhmmm... -_- yah sudahlah, apa yang diberitahukan dr. Krista kan memang sistem yang berlaku di luar negeri sana dan tidak berlaku di Indonesia, fufufufu~. Saya terima saja bagaimana sistem yang berlaku di negeri ini. Karena di luar kebingungan saya itu, saya lebih mensyukuri ternyata banyak ilmu yang saya pelajari dan dapat terus saya kembangkan. Saya semakin termotivasi untuk menjadi seorang ahli farmasi seutuhnya, baik di bidang obat-obat kimia maupun tradisional khususnya untuk aplikasi kliniknya.

Semangaaaat farmasis Indonesia!!! :) 

Minggu, 08 Juni 2014

World Environment Day at Sukadana

Setelah satu bulan saya tinggal di Sukadana dan bergabung bersama yayasan Alam Sehat Lestari, saya mendapatkan kesempatan untuk ikut dalam kegiatan penanaman mangrove yang diselenggarakan oleh Dinas Kementerian Lingkungan Hidup kabupaten Kayong Utara pada tanggal 5 Juni 2014 kemarin. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni.

Kegiatan penanaman mangrove ini dilaksanakan di pantai Pulo Datuk, Sukadana yang dihadiri oleh yayasan Alam Sehat Lestari, Kementerian Lingkungan Hidup, Yayasan Palung, Seluruh sahabat hutan dan masyarakat mitra kabupaten Kayong Utara. Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan antusias. :)

Dengan menjaga lingkungan, maka kita ikut serta dalam menjaga masa depan dunia.. Semangaaaat!! :)




Minggu, 01 Juni 2014

Penyuluhan Yuk!!!!

28 Mei 2014

Jam dinding di klinik sudah menunjukkan pukul 16.25 WIB. Oke, tinggal satu pasien lagi dan saya bisa segera pulang. Saya sedikit terburu-buru pulang hari ini karena ada agenda menarik bersama team konservasi ASRI malam ini. Tak berselang lama kemudian akhirnya pasien terakhir pun berlalu dan saya segera mengemas barang-barang saya. Setelah selesai mengemas barang, saya pun segera berlari mengambil sepeda merah-putih saya di tempat parkir. Perjalanan pulang yang biasanya saya tempuh lima hingga sepuluh menit sambil menikmati pemandangan, hari ini saya tempuh hanya dengan tiga menit. Setibanya di rumah, saya pun langsung mencari Mbak Etty. "Mbak... kita berangkat jam 18.15 kan?" tanya saya penuh antusias. "Iya Ndah.. makan dan siap-siap aja dulu sekarang.." jawab Mbak Etty dari kamarnya. Tanpa membuang-buang waktu satu jam yang tersisa sebelum keberangkatan, saya pun langsung menyantap makan malam yang sudah tersaji di dapur terlebih dahulu, dilanjutkan dengan mandi dan mengecek isi laptop saya sesaat, lalu yang terakhir adalah sholat maghrib dahulu sebelum berangkat.

Pukul 18.10 Pak Usuf sudah datang menjemput kami di rumah. Acara malam ini merupakan agenda rutin team konservasi ASRI yang kali ini diikuti oleh Mbak Etty, Bang Jili, Patricia, Saya, dan Pak Usuf. Malam ini cukup mengkhawatirkan karena sebagian langit yang mendung. Akan tetapi masih ada harapan dengan adanya sebagian langit yang cerah berbintang. Tempat yang ingin kita tuju malam ini adalah dusun Sinar Selatan di daerah Rantau Panjang, salah satu daerah Trans dimana dihuni oleh sebagian besar transmigran dari Jawa di daerah Kalimantan Barat sejak tahun 2004. Perjalanan menuju ke lokasi tidaklah cukup bagus mungkin untuk beberapa orang, tetapi perasaan excited saya pada kegiatan ini membuat saya justru berpikir "kyaaaa~ seruuu!!" (hahaha oke abaikan). Sepanjang jalan yang bisa dilihat dan dinikmati di malam ini hanyalah hutan dan pepohonan, yah namanya juga di daerah Kalimantan, hehe. Sebagian jalan menuju lokasi adalah jalan berlubang dan berbatuan, bahkan sepertinya cocok untuk penggemar Offroad.

Setelah menempuh  satu jam perjalanan dengan kecepatan mobil Pak Usuf, akhirnya kita tiba di dusun Sinar Selatan tepat jam 19.10 WIB. Untuk kegiatan kami malam ini kami menggunakan rumah kepala dusun di tempat ini. Dusun ini memiliki kurang lebih 150 kepala keluarga. Rumah kepala dusun ini hampir sama seperti sebagian besar rumah penduduk kalimantan umumnya, yaitu rumah panggung kayu dengan dasar kayu belian. Setibanya kami di sana, kami pun segera menyiapkan segala perangkat yang akan digunakan untuk kegiatan malam ini sambil menunggu kedatangan penduduk di dusun ini. Beruntung kami datang saat listrik sudah ada di dusun ini, walau sebenarnya kami pun sudah membawa genset sebagai cadangan kalau memang belum terpasang listrik atau kemungkinan pemadaman listrik mendadak. Pemasangan listrik di dusun ini baru dilakukan tiga bulan yang lalu, sehingga mereka bertahan selama kurang lebih sembilan tahun lebih sebelumnya tanpa mendapatkan aliran listrik. Sebelum kegiatan utama dimulai, saya izin sejenak untuk buang air kecil. Saya tidak menemukan kamar mandi mebel bersih yang biasanya saya temukan di kota, tetapi saya menemukan sebuah kamar mandi tak beratap dengan enam buah gentong besar yang digunakan untuk menghimpun air hujan. Sistem perairan terpadu belum ada di tempat ini, sehingga air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari adalah air tadah hujan. Lalu apa yang terjadi jika tidak ada hujan di musim kemarau? mereka terpaksa harus menempuh berpuluh-puluh kilometer untuk membeli air bersih dengan harga Rp 10.000,-/dirigen nya. :(

Tepat sesuai waktu yang telah diagendakan, akhirnya seluruh warga dusun, baik anak-anak, ibu-ibu, maupun bapak-bapak telah berkumpul di rumah kepala dusun di jam 19.30 WIB. Kegiatan diawali dengan pengenalan diri dari team ASRI kepada seluruh warga. Setelah selesai perkenalan satu sama lain, dilanjutkan dengan pemutaran video tentang penyuluhan TBC dari klinik ASRI. Saya berkesempatan untuk memberikan penyuluhan lebih lanjut tentang TBC setelah video diputarkan. Saya sedikit nervous karena audience saya kali ini bukanlah mahasiswa atau mungkin dosen yang paham tentang dunia kesehatan. Tetapi yang mendengarkan saya saat ini adalah anak-anak dan para orang tua yang bahkan mungkin tidak banyak peduli terhadap kesehatan mereka. Saya mencoba menyampaikan materi saya dengan bahasa yang mudah ditangkap anak-anak dan menarik untuk di dengar oleh para orang tua. Setelah kurang lebih 20 menit menjelaskan tentang TBC, alhamdulillah respon yang saya terima dari masyarakat sesuai dengan harapan saya. :)

Selesai memberikan penyuluhan kesehatan, kegiatan pun dilanjutkan dengan penyuluhan tentang lingkungan dan kegiatan perlindungan hutan dari team konservasi ASRI. Sama seperti bagaimana penyuluhan kesehatan diberikan, dalam memberikan penyuluhan lingkungan pun diawali dengan pemutaran video. Setelah pemutaran video, penjelasan lebih lanjut tentang pentingnya menjaga lingkungan dan segala program kegiatan ASRI disampaikan oleh mbak Etty. Pembawaan Mbak Etty dalam menyampaikan penyuluhan sangat menarik dan mampu menjaga antusiasme seluruh masyarakat walaupun malam sudah semakin larut. Penyuluhan malam ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan game menarik untuk anak-anak. Game ini lebih ditujukan untuk mereview kembali seberapa banyak materi penyuluhan yang telah diberikan masih diingat oleh anak-anak sekaligus mengingatkan kembali seluruh materi kepada orang tua. Game berlangsung dengan meriah dan ternyata evaluasi malam ini berlangsung dengan lancar saat satu persatu anak mampu menjelaskan kembali materi yang telah disampaikan.

Pukul 21.00 kegiatan penyuluhan kami malam ini di dusun Sinar Selatan pun berakhir. Setelah mengucapkan penutupan, kami pun segera mengemas seluruh barang bawaan kami. Sebelum berangkat pulang tak lupa kami mengucapkan salam dan terima kasih atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan oleh seluruh warga. Sebuah malam yang berharga kembali saya nikmati di daerah borneo ini. Kehangatan dan keramah-tamahan yang telah diberikan warga membuat kami lebih bersemangat untuk terus mewujudkan impian kami menjaga lingkungan dan kesehatan daerah borneo ini. Lalu kami pun pulang dengan hati bahagia. Saya pun tak sabar untuk kembali ikut di malam penyuluhan berikutnya. Semangaaaat!!!!

Selasa, 27 Mei 2014

Selamat Datang Di Alam Sehat Lestari

Don't you ever give up to make a little dream!! why?? karena sekecil apapun suatu mimpi yang kita inginkan, selalu ada persentase kemungkinan mimpi itu akan terkabulkan. Dan akhirnya kali ini kembali lagi kuucapkan "Alhamdulillah" untuk satu mimpi sederhana saya yang akhirnya terkabul dengan cara yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Sebuah mimpi yang dahulu sempat terlupakan oleh realita, dan sebuah mimpi yang sepertinya terlalu panjang untuk diceritakan, so mungkin langsung cerita ke inti tulisan kali ini aja yaa.. hohoho. 

Mimpi yang pernah terucap dulu itu terkabul dengan datangnya kesempatan untuk bergabung dengan team Alam Sehat Lestari sejak tanggal 12 Mei 2014 kemarin. Di tempat ini saya diberikan tugas utama untuk membantu manajemen apotek klinik ASRI yang merupakan salah satu bagian dalam program yang dijalankan yayasan Alam Sehat Lestari. Selama dua minggu terakhir saya di sini, saya masih melakukan proses pengenalan dan adaptasi terhadap lingkungan tempat tinggal dan kerja. Detail cerita tentang Alam Sehat Lestari mungkin bisa saya uraikan sebentar dari segala kegiatan yang saya lakukan selama dua minggu ini antara lain sebagai berikut.

12 Mei 2014
Saya berangkat ke Kalimantan dengan naik pesawat Trigana Air rute Semarang-Ketapang. Setibanya di Ketapang saya dijemput oleh Pak Usuf, driver dari Yayasan Alam Sehat Lestari. Perjalanan dari Ketapang ke Sukadana ditempuh selama kurang lebih 2 jam. Yups, kedatangan saya saat itu disambut dengan gerimis hujan sehingga menutup ketakutan saya akan sugesti betapa panasnya pulau Kalimantan. Selama perjalanan menuju Sukadana yang saya lihat adalah rumah-rumah panggung yang kokoh, hutan-hutan bakau, dan lebatnya hutan hujan tropis Taman Nasional Gunung Palung.
Klinik ASRI
Saya tiba di klinik ASRI sekitar jam 4 sore. Saat itu klinik ASRI sudah tutup, so akhirnya saya langsung diantarkan ke Rumah Cewek, yaitu sebuah rumah yang disediakan dari yayasan untuk staff perempuan yang berasal dari luar kota. Setibanya saya di Rumah Cewek, ada Mbak Etty (manajer pendidikan dan konservasi di Alam Sehat Lestari) yang menyambut saya saat di rumah. Rumah dua lantai ini dibangun di atas pondasi layaknya rumah panggung, dengan lantai dasar kayu dan tertutup oleh sebagian kayu sebagian tembok. Oleh Mbak Etty, saya diantarkan ke kamar saya di lantai dua. Such lovable room for me. Kamar ini sederhana, tetapi terasa sekali kenyamanan saat memasukinya. 
My Room
Di Rumah Cewek berlantai dua ini, terdapat tujuh kamar tidur, satu buah ruang tamu, dapur, dua kamar mandi, ruang makan, garasi, teras, dan halaman. Saat semua penghuni rumah sudah tiba, saya pun mulai berkenalan dengan mereka. Saat saya datang, rumah ini sudah dihuni oleh Mbak Etty, Monica (dokter gigi), Yuli dan Nomi (keduanya adalah dokter umum), Patricia (volunteer dari Portland di konservasi), dan Debby (volunteer doctor di klinik gigi). Rumah ini sungguh nyaman dan hangat. :)



13 - 14 Mei
Hari pertama saya di Sukadana disambut dengan terangnya mentari dan sejuknya udara pagi, meriahnya kicau burung dan kera di hutan Gunung Palung, serta hijaunya pemandangan di sekitar. Hari pertama saya kerja di Klinik ASRI diawali dengan gaya hidup yang sehat. Mengapa bisa? karena transportasi utama yang saya gunakan disini bukanlah angkutan umum atau sepeda motor, tetapi sebuah sepeda roda dua yang sebenarnya tidak asing saya gunakan di Solo. Hanya saja berbeda ceritanya, kali ini saya bersepeda di tempat yang suplai oksigennya bisa mengisi paru-paru saya sepenuhnya melebihi yang biasanya saya peroleh di tempat-tempat sebelumnya.
Fasilitas klinik yang diberikan di klinik ASRI antara lain pelayanan dokter umum, dokter gigi, laboratorium, 5 tempat rawat inap, dan apotek. Rutinitas harian di klinik ASRI diawali dengan meeting pagi seluruh staff jam 8 pagi. Meeting ini bermanfaat sekali untuk menyampaikan segala perkembangan kegiatan seluruh program kegiatan yang berjalan di yayasan Alam Sehat Lestari. Pada pukul 08.30 klinik ASRI mulai menjalankan kegiatan prakteknya hingga jam 16.00. Hari kerja utama adalah hari senin-kamis, lalu hari jumat biasanya ada agenda khusus seperti imunisasi, bersih-bersih, english class, dan sebagainya. Praktek klinik juga melayani On-Call untuk pasien-pasien emergency di luar jam kerja.
Untuk menunjang visi misi dari Alam Sehat Lestari, proses pelayanan kesehatan yang dilakukan di klinik ASRI pun sangat menarik. Pada dasarnya proses pelayanan kesehatannya umum seperti yang dilakukan di balai pengobatan lain, yaitu pertama-tama pasien melakukan pendaftaran untuk pengobatan, lalu anamnesis perawat dilanjutkan anamnesis dokter. Setelah selesai pemeriksaan, pasien dapat mengambil obat yang diresepkan dan melakukan pembayaran. Lalu apa yang berbeda di klinik ASRI??? Yang berbeda disini adalah,
1. Pengklasifikasian pasien
Pasien di klinik ASRI diklasifikasikan menjadi empat jenis sesuai dengan aktifitas illegal logging daerah atau dusun mereka tinggal. Ada daerah hijau, biru, merah, dan ungu. Daerah hijau adalah daerah yang tidak melakukan aktivitas illegal logging sama sekali di gunung Palung, merah adalah daerah yang penduduknya sebagian besar melakukan illegal logging, lalu daerah ungu adalah daerah yang berada di luar kawasan daerah gunung Palung. Pembagian daerah ini fungsi utamanya adalah untuk memotivasi masyarakat menurunkan aktivitas illegal loging di daerahnya, karena adanya fasilitas diskon harga pengobatan untuk daerah yang tidak melakukan aktivitas illegal logging. Misalnya daerah hijau yang berhak mendapatkan fasilitas diskon pengobatan hingga 80%.
2. Sistem Pembayaran Obat
Papan penjelasan
sistem pembayaran obat
Ada dua cara pembayaran pengobatan di klinik ASRI, yaitu bisa dilakukan dengan pembayaran tunai dan bisa juga dilakukan pembayaran dengan sistem barter. Bagi pasien yang tidak mampu membayar biaya pengobatan tunai, bisa menggantinya dengan sistem barter. Sistem barter yang berlaku di sini antara lain yang pertama adalah dengan menukarkan biji-bijian (yang akan digunakan sebagai bibit untuk kegiatan rebosiasi), gerabah, atau dengan kotoran hewan (yang akan digunakan sebagai pupuk untuk kegiatan rebosiasi). Barter yang kedua adalah dengan meluangkan waktunya untuk membantu kegiatan Alam Sehat Lestari baik di klinik maupun di kegiatan konservasi hutan Gunung Palung.
3. Kekeluargaan yang erat
Karyawan tetap Alam Sehat Lestari tidaklah terlalu banyak, sekitar 30-40an orang yang bertanggung jawab penuh di klinik dan manajemen utama team konservasi. Sementara untuk kegiatan lapangan team konservasi sering kali menggunakan jasa karyawan harian. Dengan jumlah karyawan yang tidak terlalu banyak tersebut dan sistem manajemen yang terbuka di dalamnya membuat suasana kekeluargaan antar karyawan Alam Sehat Lestari terjaga dengan sangat baik. Senang sekali rasanya saat saya disambut dengan hangat oleh seluruh karyawan di sini. Selain itu hubungan karyawan Alam Sehat Lestari dengan masyarakat di sekitar hutan Gunung Palung sendiri membuat saya kagum akan keramahan, kepercayaan, dan kedekatan di antara keduanya.

15 - 17 Mei
Di luar jam kerja di klinik ASRI, salah satu hal yang tak boleh terlupa adalah mengeksplor seluruh keindahan di daerah Sukadana ini. Ada apa aja di Sukadana? berikut beberapa tempat indah yang saya eksplor di minggu pertama saya di Sukadana. Masih banyak tempat-tempat yang belum saya kunjungi, dan itu sudah jadi agenda saya berikutnya, hohoho.
1. Pantai Pulau Datuk
Pantai ini hanya berjarak sekitar 500-600 meter dari tempat tinggal saya, dan hanya cukup ditempuh dengan 3-4 menit naik sepeda. Merupakan salah satu objek wisata yang cukup ramai dikunjungi wisatawan dari luar Sukadana.






2. Pantai Tambak Rawang
Pantai ini ditempuh dengan naik sepeda sekitar 15-20 menit dari tempat tinggal saya. Pantai ini termasuk pantai yang sepi pengunjung sehingga sering kali disebut sebagai private beach. Di pantai ini lah saya mengagendakan diri untuk mulai belajar renang bersama Mbak Etty setiap hari sabtu, hohoho. Tapi harus hati-hati karena banyak kulit kerang yang bisa menggores kulit kalian, fufufu~.




3. Hutan Bakau dan Sungai
Sebagian besar tanah daerah Sukadana terdiri atas hutan bakau yang mulai diubah menjadi kawasan perumahan. Tetapi jejak-jejak hutan bakau tentunya masih mendominasi sebagian besar daerah Sukadana.







4. Hutan Gunung Palung
Inilah objek utama yang ingin dilindungi oleh Alam Sehat Lestari. Salah satu sumber supplai oksigen terbesar di seluruh dunia. Tidakkah kalian sedih jika hutan ini menjadi korban keegoisan manusia dalam illegal logging??






19 Mei
Akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk ikut kegiatan monitoring area hutan Gunung Palung oleh team konservasi. Penanggung jawab utama untuk kegiatan monitoring ini adalah Mas Agus. Kegiatan monitoring ini dilakukan dengan tujuan untuk meninjau kembali kondisi status ilegal logging di daerah gunung Palung. Karena saat itu tidak banyak staff yang bisa ikut monitoring, akhirnya saya hanya dikenalkan untuk monitoring TPK (tempat penumpukan kayu) di beberapa daerah yang termasuk daerah merah atau daerah dengan aktivitas ilegal loggingnya sangat aktif.


22 Mei
 

Di tengah minggu kedua saya kali ini, saya diajak untuk ikut bergabung bersama team ASRI Kids mengikuti kelas rutin mingguan di salah satu SD di daerah gunung Palung. ASRI Kids merupakan bagian dari Alam Sehat Lestari yang memiliki fungsi utama memberikan edukasi tentang lingkungan kepada anak-anak di sekitar Gunung Palung. Penanggung jawab utama kegiatan ini adalah Mbak Etty. Segala kegiatan yang dilakukan di ASRI Kids selalu menggunakan metode-metode menarik dan aplikatif sehingga mudah dimengerti oleh anak-anak dan merangsang keaktifan mereka. Minggu ini kurikulum yang disampaikan di kelas ASRI Kids adalah tentang bagaimana cara membuat kertas daur ulang. Menyenangkan sekali rasanya bisa menghabiskan sejenak waktu bersama mereka. :)


Masih banyak segudang kegiatan saya selama di Alam Sehat Lestari nanti. So, tunggu tulisan-tulisan saya berikutnya... hahaha. Doakan saya dapat berkontribusi dengan baik di tempat ini. Semangaaaaat!!! :)

Minggu, 18 Mei 2014

Umbul Sidomukti, Ungaran, Jawa Tengah

Tidak poll rasanya kalo ke kabupaten Semarang tanpa mengunjungi tempat yang menarik satu ini, yaitu Umbul Sidomukti. Mungkin untuk info lengkap tentang tempat ini bisa klik link ini. Oke, saatnya saya mulai cerita perjalanan saya kesana bersama asisten saya Trisna.
Kami berangkat jam 5 pagi dari kost saya di daerah Sambiroto, kota Semarang. Perjalanan ditempuh dengan mengendarai motor sekitar kurang lebih 1,5 jam hingga tempat tujuan. Selama perjalanan kami sempat berhenti di beberapa spot menarik untuk mengambil foto pemandangan.

Pemandangan sunrise yang
diambil dari bukit tembalang.
Sunrise di jam 06.00 yang diambil
dari pom bensin.
Rute untuk menuju puncak gunung Ungaran cukup terjal, but it's okay, karena daerahnya sudah ditetapkan sebagai daerah wisata resmi, maka jalannya sudah dibangun dengan halus. Banyak hal yang menarik perhatian saya selama perjalanan. Seperti misalnya adalah bahwa di daerah ini hanya ada satu sekolah dasar. Beruntung saya datang di pagi hari, karena saya bisa melihat bahwa banyak anak-anak SD yang bersemangat menempuh berpuluh-puluh kilometer dari atas gunung untuk mendapatkan ilmu di sekolah yang hanya ada di kaki gunung. Saya melihat berbagai macam sayuran yang saya makan tiap hari ditanam dengan baik di sepanjang gunung ini. Tanpa para petani gunung ini entah dari mana suplai sayur segar bisa saya peroleh (feeling blessed). Ops, oh iya yang paling menarik adalah di antara tanaman-tanaman sayuran ini ditanam juga tanaman yang tak mungkin bisa kita bayangkan ternyata cukup serasi disandingkan, yaitu tanaman mawar. Saya sendiri heran, bukan kah umumnya di samping kacang itu adalah jagung ya? baru kali ini saya lihat di samping kacang adalah mawar, haha.
Perkebunan sayur di gunung Ungaran
Bunga mawar yang di tanam di sekitar
tanaman perkebunan.











Akhirnya tepat jam 06.50 kami tiba di atas gunung Ungaran, yaitu di tempat wisata Umbul Sidomukti. Sulit untuk mendeskripsikan keindahannya. So, just check these photos out!! :)

 

 

Terima kasih Trisna sudah menemaniku berpetualang ke tempat ini. Ini tempat terindah yang kukunjungi sebelum meninggalkan Semarang. Semoga ada kesempatan kembali kita bisa berpetualang bersama lagi. :)

Selasa, 11 Februari 2014

Komunitas Penderita Epilepsi

Oke, sebelum ke inti pembicaraan, saya mau membuat beberapa kalimat pembuka terlebih dahulu. Perkenalkan saya Indah Prihatin, kalian bisa bebas memanggil saya Indah, Ndaho, Ndahe, apapun boleh asal normal dan nyaman untuk di dengar. Sudah bukan rahasia lagi di lingkungan saya bahwa saya termasuk pasien epilepsi sejak tahun 2002. Selama kurang lebih 12 tahun berjuang bersama penyakit ini, tidak bisa dikatakan juga bahwa saya merupakan pasien yang berhasil menjalani pengobatan epilepsi dengan baik. Bahkan saya tahun ini berencana untuk melanjutkan ulang pengobatan saya yang sempat terputus dua tahun lalu. Mungkin tidak bisa dibilang sebagai sesuatu yang Wah, tetapi alhamdulillah dengan kekurangan saya, saya berhasil menjalani kehidupan saya tetap normal hingga hari ini. Saya tidak akan banyak cerita tentang apa yang telah saya alami bersama penyakit ini karena tujuan tulisan kali ini bukanlah untuk itu.

Saya tidak tahu sebenarnya cerita kali ini dimulai dari mana, mungkin antara tahun 2012-2013 kemarin. Berbasis karena saya seorang farmasis dan penderita epilepsi, beberapa teman-teman saya yang mengetahuinya mulai menghubungi saya satu persatu untuk berbagi cerita dan solusi yang tepat tentang teman, sahabat, atau keluarga mereka yang juga mengalami sakit epilepsi. Cerita maupun kasus yang mereka sampaikan pun sangat variatif, dan tanpa saya sadari secara otomatis saya mulai mempelajari studi penyakit ini di masyarakat dalam waktu senggang saya. Dari sekian cerita yang saya terima banyak kasus-kasus yang lebih mudah, serupa, dan bahkan lebih buruk dari penyakit saya. Sejak saat itu, saya pun berpikir dan berniat untuk menyumbang sumbangsih lebih pada mereka yang mengalami kesulitan seperti yang pernah alami. Niat saya ini sudah saya utarakan langsung ke Yayasan Epilepsi Indonesia melalui email yang saya kirimkan tanggal 3 September 2013 lalu berikut.
Sayangnya email saya tidak mendapatkan balasan lebih lanjut, sehingga niat saya tersebut masih sekedar menjadi niat saja dalam satu tahun terakhir. Akhirnya hari ini saya putuskan untuk menindaklanjuti niat saya tersebut agar mulai berjalan tahun ini. Saya bukan orang baik yang punya niat suci hanya untuk sekedar membantu orang lain, karena saya selalu berprinsip sebenarnya saat membantu orang lain maka secara tak langsung saya juga membantu diri saya sendiri untuk lebih semangat menjalani hidup dan mensyukuri apa yang saya miliki. 

So, bagi teman-teman yang membaca tulisan ini, jika ada dari kalian:
1. Mempunyai permasalahan pada pasien-pasien epilepsi di sekitar kalian.
2. Penderita epilepsi yang juga ingin meningkatkan semangat hidupnya.
3. Masyarakat yang peduli dengan pasien-pasien epilepsi.

Bisa menghubungi saya baik hanya untuk curhat, konsultasi, bertukar ide dan sebagainya terkait epilepsi di kontak berikut ini... :)
Indah Prihatin, S.Farm., Apt.
email: indah.prihatin@gmail.com
atau bisa dengan comment langsung di blog ini.
Dengan senang hati saya siap membantu segala keluh kesah kalian tentang epilepsi.

Terus semangat dan pantang menyerah!! \(^o^)/