Senin, 28 November 2011

Anxiety Disorder

Wahhh ternyata UAS tinggal seminggu lagi dan seperti biasa, ITB selalu terdepan untuk ujian! haha.. okey, menjelang UAS sudah saatnya mulai mengulang kembali semua materi kuliah yang telah disampaikan di kelas. Nah, kali ini saya ingin sedikit mereview materi kuliah Farmakoterapi minggu kemarin. Materi kuliah kali ini adalah tentang Anxiety Disorder atau bahasa sederhananya yaitu gangguan kecemasan.

Anxiety Disorder
Mungkin anda bingung, kenapa gangguan kecemasan bisa tergolong dalam suatu penyakit?, mari saya jelaskan dulu pengertian dasarnya. Apa sih anxiety disorder? Anxiety disorder adalah suatu keadaan emosional yang biasanya terjadi akibat persepsi mengenai antisipasi akan bahaya dan keterancaman pada suatu individu. Kondisi ini bisa dikatakan sudah abnormal jika sudah mulai mengganggu aktivitas dan menyebabkan individu yang mengalaminya memberikan reaksi atau respon yang berlebihan pada lingkungan. Secara patofisiologi, penyakit ini disebabkan karena adanya gangguan pada prefrontal cortex dan amygdala yang sangat berperan dalam pengaturan sistem emosi di otak, apabila kedua hal ini terganggu maka akan meyebabkan sistem saraf otonomik menjadi hipersensitif dan bereaksi berlebihan terhadap berbagai rangsangan. Selain itu, gangguan ini bisa juga disebabkan oleh 2 neurotransmitter yang mempunyai fungsi abnormal, yaitu:
1. Adanya penurunan aktivitas sistem reseptor asam y-aminobutirat (GABA) sehingga menyebabkan terjadinya penurunan masuknya ion Cl- kedalam neuron sehingga membuat orang tersebut menjadi lebih hiperaktif atau semakin tak tenang.
2. Adanya transmisi serotonin (5-HT) yang berlebihan sehingga menyebabkan rangsangan berlebihan pada jalur stimulasi 5-HT

Aduuuwh berat juga penjelasan di atas, tapi ya memang itulah kondisi sebenarnya kenapa kita bisa mengalami gangguan kecemasan. Nah, pasti kalian bertanya lalu apa sich bedanya stress dengan cemas? Stress itu muncul karena adanya faktor pemicu stress (stressor) dan akan langsung sembuh ketika stressor itu hilang, sementara kecemasan itu terjadi ketika pasien masih tetap mengalami stress walaupun stressornya sudah hilang. Sesungguhnya kecemasan masih tergolong dalam kondisi ringan karena pasien masih tampak seperti orang normal hanya saja selalu mengalami gelisah dan rasa takut. Jika kecemasan ini tidak ditangani dengan baik maka ia mampu berkembang menjadi gangguan mental (masih mampu membedakan kondisi di sekitarnya tetapi kondisi mentalnya sudah abnormal) dan perkembangan lanjut yang paling dihindari adalah pasien menjadi mengalami gangguan jiwa (pasien sudah tidak mampu membedakan antara dunia khayal dengan dunia nyata).

Anxiety Disorder ini sendiri dapat diklasifikasikan menjadi 5 kelompok utama (Dickey et al., 2002), yaitu:
1. Generalized Anxiety Disorder (GAD)
Yaitu kondisi pasien yang mengalami kegelisahan dan kekhawatiran berlebihan untuk sejumlah peristiwa atau aktivitas. GAD mempunyai persentase kekambuhan yang paling tinggi dan kecepatan pemulihan kembali yang lebih rendah dibanding kelompok lain. Contoh dari GAD yaitu adalah kondisi cemas umum yang berlangsung secara terus menerus yang sangat mengganggu aktivitas sehari-harinya dan mereka sulit untuk mengendalikannya hingga berakibat menjadi susah tidur, ketegangan atau sakit pada otot, gemetar, merasa lemah ataupun sakit kepala, tidak dapat bersikap tenang, cemas dan mudah marah, dan sulit konsentrasi
2. Obsessive Compulsive Disorder (OCD)
Yaitu kelainan dimana seseorang memiliki ritual-ritual yang tidak bisa dia kontrol karena dia dihantui oleh pikiran-pikiran tertentu. Pasien terjebak dalam keteraturan yang kuat, perfeksionisme, dan kontrol mental sehingga mereka menjadi tidak fleksibel, tidak terbuka, dan tidak efisien. Contohnya adalah orang-orang yang sangat takut dan tidak ingin adanya kuman sehingga dia harus selalu melakukan prosedur yang terlalu berlebihan dengan urutan tertentu. Kelainan ini bisa sangat mengganggu kegiatan sehari-hari dan hubungan sosialnya.
3. Panic Disorder
Gejala inti dari panic disorder adalah panic attack. Orang dengan panic attack memiliki perasaan adanya teror yang menyerang secara tiba-tiba dan berulang tanpa adanya peringatan sebelumnya. Mereka tidak dapat memprediksi kapan suatu serangan akan terjadi. Dan beberapa orang mengalami anxiety yang hebat diantara tiap episodenya. Mereka juga mencemaskan kapan dan dimana serangan berikutnya akan terjadi. Terkadang mereka dapat menderita agarophobia sehingga berusaha menghindari tempat-tempat umum.
Ketika terjadi panic attack, beberapa gejala-gejala yang dapat muncul antara lain jantung berdebar dan sakit pada dada, berkeringat, gemetar, nafas pendek dan muncul sensasi seperti tercekik, mual ataupun rasa sakit pada perut, kepala terasa pusing, berkhayal dan diskoneksi dengan orang-orang disekitarnya, merasa takut kehilangan kontrol, “menjadi gila”, atau merasa sekarat, mati rasa, merasa kedinginan atau kepanasan.
Karena gejalanya yang parah, terkadang penderita panic disorder mengira bahwa diri mereka menderita serangan jantung ataupun penyakit lain yang mengancam jiwa.
4. Phobia
Phobia merupakan rasa takut yang berlebihan dan persisten terhadap objek, situasi, ataupun akitivitas tertentu. Rasa takut ini membuat penderitanya menghindari hal yang mereka takuti dengan sikap yang berlebihan.
Seseorang didiagnosis menderita phobia apabila rasa takut mereka sangat mengganggu hidup dan aktivitas mereka sehari-hari. Phobia dibagi menjadi tiga: social phobia, specific phobia, dan agoraphobia (American Psychiatric Association, 2005)
-Social phobia-
Social phobia atau social anxiety disorder merupakan suatu rasa takut atau kegelisahan yang berlebihan apabila seseorang berada di lingkungan sosial. Mereka takut merasa malu ataupun takut apabila dipehatikan oleh orang banyak. Misalnya berbicara di depan umum.
-Spesific phobia-
Spesific phobia merupakan rasa takut yang berlebihan terhadap suatu hal yang sedikit atau bahkan tidak berbahaya sama sekali. Penderita biasanya sadar bahwa rasa takut mereka terlalu berlebihan, namun mereka tidak sanggup untuk mengatasi rasa takut tersebut. Misalnya takut naik pesawat, atau takut terhadap hewan tertentu.
-Agoraphobia-
Agoraphobia merupakan rasa takut apabila berada di suatu tempat dimana penderita merasa tidak ada jalan keluar atau pertolongan orang lain. Apabila kondisi ini tidak ditangani, maka kondisi akan bertambah serius bahkan membuat penderitanya takut untuk keluar rumah dan selalu berusaha menghindari tempat-tempat umum.
5. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)
Post-traumatic stress disorder merupakan kondisi yang melemahkan seseorang yang berkembang akibat suatu kejadian yang menakutkan. Kondisi ini dapat muncul pada orang-orang yang berhasil selamat dari peristiwa fisik ataupun emosional yang sangat menakutkan.
Orang yang mengalaim PTSD biasanya mengalami mimpi buruk yang terus berulang, kenangan yang terus terbayang dan sangat menganggu, atau bahkan merasa kejadian buruk yang dia alami akan terulang kembali apabila dia berada pada situasi tertentu.
Orang dengan PTSD dapat mengalami gejala seperti mati rasa, gangguan tidur, merasa diawasi oleh seseorang, dan mudah marah. Kejadian yang dapat memicu PTSD contohnya adalah peperangan, serangan kekerasan personal, bencana alam, tragedi (misalnya pesawat jatuh), kekerasan fisik atau seksual ketika anak-anak, ataupun menyaksikan orang lain dalam suatu kecelakaan yang parah.

Secara etiologi penyebab penyakit ini tidak diketahui dengan pasti, tergantung jenis klasifikasi dari AD yang diderita oleh pasien. AD pada umumnya lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pada pria. Untuk proses diagnosanya sendiri juga didasarkan pada gejala yang ditunjukkan oleh pasien sehingga dokter mampu mengklasifikasikan jenis AD sesuai gejala-gejala tersebut.

Lalu sekarang, karena saya seorang calon farmasis tentunya yang jadi pusat perhatian saya adalah bagaimana terapi yang tepat yang harus kita berikan kepada penderita AD?
Terapi pertama yang disarankan untuk penderita AD adalah dengan terapi non-farmakologi (terapi tanpa menggunakan obat-obatan), pilihan terapi non-farmakologi yang dapat dilakukan antara lain:
1. Supportive/ Dinamic Psycotherapy
Yaitu terapi berkomunikasi dengan pasien dengan memberikan perhatian langsung terhadap pasien
2. Terapi kognitif
Pasien akan diajak memecahkan masalah-masalah menjadi beberapa bagian:
- Masalah sebagaimana orang melihatnya
- Pikiran seseorang mengenai masalah tersebut
- Emosi seseorang yang mengelilingi masalah tersebut
- Perasaan fisik seseorang pada saat itu
- Tindakan seseorang sebelum, selama, dan setelah masalah muncul
3. Terapi Behavioral
Konseling behavioral yang memfokuskan pada kegiatan (tindakan) yang dilakukan pasien.
4. Relaxation Training
Meningkatkan pemahaman tentang variabilitas dan signifikasi klinis hasil reduksi kecemasan.

Selanjutnya Terapi Farmakologi (penggunaan obat) yang dapat diberikan kepada pasien AD antara lain dibagi menjadi dua
1. Antidepresan
Antidepresan dapat digunakan sampai beberapa minggu sampai gejala mulai menghilang. Obat antidepresan yang digunakan untuk terapi anxiety diantaranya:
a. SSRIs.
Selective serotonin reuptake inhibitors atau SSRIs bekerja di otak pada serotonin dan memiliki efek samping lebih kecil dari antidepresan sebelumnya. Pada awal pemakaian pasien mungkin dapat mengalami rasa mual ataupun gugup, namun kondisi ini akan menghilang.
Beberapa pasien terkadang mengalami gangguan seksual setelah mengkonsumsi obat ini. Hal ini dapat diatasi dengan mengatur dosis obat ataupun menggantinya dengan SSRIs lain.
Fluoxetine, sertraline, fluvoxamine, paroxetine, dan citalopram merupakan SSRIs yang umum diberikan untuk kondisi panic disorder, OCD, PTSD, dan social phobia ataupun depresi. Venlafaxine (Golongan Serotonin Norepinefrin Reuptake Inhibitor) merupakan obat yang masih berhubungan dengan obat-obatan SSRIs dan sangat efektif untuk merawat GAD (termasuk obat kategori A dan sudah teruji).
b. Tricyclics (TCA)
Sebelum SSRIs ada juga obat lain untuk merawat anxiety disorder yaitu tricyclics. Obat ini seefektif SSRIs dalam mengatasi anxiety disorder, namun banyak dokter dan pasien lebih memilih memakai obat terbaru, yaitu SSRIs, karena tricyclic terkadang menyebabakan pusing, mengantuk, mulut kering, dan kenaikan berat badan. Apabila efek samping ini muncul, dosis obat perlu diubah ataupun dilakukan penggantian obat. Tricyclics sangat berguna untuk merawat orang dengan kekambuhan anxiety disorder dan depresi. Golongan obat ini diantaranya Clomipramine, satu-satunya antidepresan di golongan ini yang diresepkan untuk OCD, serta imipramine yang diresepkan untuk panic disorder dan GAD.
c. MAOIs
Monoamine oxidase inhibitors, atau MAOIs merupakan golongan paling tua dari obat-obatan anti depresi. MAOI yang paling umum diresepkan adalah phenelzine, yang efektif untuk orang-orang dengan kelainan panik dan social phobia. Tranylcyprominedan isoprocarboxazid juga dapat digunakan untuk mengatasi anxiety disorder.
Namun, penggunaan MAOI perlu diperhatikan dengan baik karena obat ini dapat berinteraksi dengan berbagai macam substansi seperti makanan (keju dan anggur merah) serta obat-obatan SSRI. Interaksi ini dapat berupa meningkatnya tekanan darah dan bahaya-bahaya lain yang dapat mengancam jiwa.

2. Antianxiety
a. Benzodiazepines.
Benzodiazepin bekerja dengan meningkatkan aktivitas reseptor GABA sehingga meningkatkan masuknya ion Cl- ke dalam neuron sehingga terjadi hiperpolarisasi. Benzodiazepines dapat mengurangi gejala dengan cepat dan memiliki sedikit efek samping, walaupun terkadang dapat menimbulkan rasa kantuk. Obat ini hanya diresepkan untuk jangka pendek, karena obat ini dapat menimbulkan toleransi bagi pemakainya. Atau dengan kata lain obat ini hanya digunakan untuk pasien dengan gangguan AD akut, jika pasien sudah sembuh pemberian obat ini harus langsung dihentikan, akn tetapi jika pasien belum sembuh maka kondisi itu menunjukkan pasien telah emningkat menjadi kondisi AD kronik dan harus segera diganti dengan antidepresan.
Pengecualian bagi kelainan panik, yang biasanya pengobatan dapat dilakukan 6 bulan sampai 1 tahun. Orang pengguna alkohol atau obat-obatan terlarang tidak dianjurkan memakai obat ini karena akan menyebabkan ketergantungan.
Beberapa orang dapat mengalami rasa kecanduan setelah mereka menghentikan obat ini. Hal ini dapat diatasi dengan mengurangi dosis obat secara bertahap. Pada beberapa kasus, penghentian penggunaan obat ini dapat mengakibatkan kembalinya gejala anxiety.
Masalah-masalah potensial dari obat ini mengakibatkan dokter jarang menggunakan obat ini, walaupun obat ini dapat memberikan keuntungan-keuntungan bagi pasiennya.
Beberapa obat benzodiazepines diantaranya clonazepam yang biasanya digunakan untuk social phobia dan GAD, alprazolam untuk panic disorder dan GAD, dan lorazepam untuk panic disorder (Dickey, 2002).
b. Buspirone.
Bekerja sebagai agonis parsial dari serotonin. Obat antianxiety terbaru, buspirone, dapat digunakan untuk merawat GAD. Efek samping yang dapat ditimbulkan diantaranya pusing, sakit kepala, dan mual. Obat ini harus digunakan secara teratur selama 2 minggu untuk mencapai efek antianxiety.
c. Beta-blocker.
Beta-blocker, misalnya propanolol, bekerja dengan mem-blok beta-reseptor adrenergik perifer yang mampu menimbulkan gejala tremor, berkeringat, kemerahan, dan takikardi sehingga mampu membantu mengatasi kelainan ansietas tertentu khususnya social phobia dengan gejala diantaranya jantung berdebar, tangan gemetar, dan gejala fisik lainnya.

Obat-obatan tidak akan menyembuhkan anxiety disorder, melainkan hanya mengendalikan gejala yang timbul sehingga pasien dapat menjalani hidupnya dengan lebih normal.
Terapi menggunakan obat-obatan dapat pula dikombinasikan dengan psikoterapi, dan bagi beberapa orang kombinasi ini merupakan pendekatan yang paling baik dalam perawatan.

Yupz, mungkin itu saja dulu yang bisa sampaikan, untuk jelasnya bisa langsung tanyakan saja, tapi pesan terakhir dari saya yaitu
Walaupun kita harus hati-hati dengan sikap cemas kita, tetapi jangan sampai kita justru dicemaskan oleh sikap menghindari cemas. Kecemasan tidak akan menyelesaikan masalah, jalani dan atasi semua permasalahan hidup dengan tenang. Keep Smile! :D
Khususnya buat yang mau UAS nih, gak boleh kena AD sebelum, selama, dan setelah UAS.. hahhaha SEMANGAT kawan!

8 komentar:

  1. Thanks artikelnya.. sangat bermanfaat :) say spertinya mengidap sad yg meskipun mild tp sangat mengganggu -.-

    BalasHapus
  2. sama-sama.. :) sebaiknya harus lebih jaga kesehatan, perbanyak konsumsi buah dan sayuran segar.. paling penting adalah sebaiknya pikiran lebih dibuat santai agar tidak mengarah terjadinya stress.. :)

    BalasHapus
  3. Saya pengidap ocd sekaligus social phobia yang berlebihan, saya merasa kebiasaaan saya menghabiskan sabun sdh keterlaluan tapi saya merasa sangat nyaman, kadang saya cemas sendiri misal jika mandi cepat takut tidak bersih dan kebiasaan lain yang mengganggu, sayangnya saya belum berani ke psikolog karena takut dengan terapinya juga ketakutan akan kecanduan obat

    BalasHapus
  4. Saya juga punya kecenderungan untuk pengen bunuh diri jika sudah sangat stres, mengenai kebiasaan saya yang suka menghabiskan sabun tidak bisa saya hentiksn, dan saya selalu cemas jika berada di tempat ramai, saya selalu merasa diliat org dan saya takut sekali, saya ingin terlihat tidak menonjol

    BalasHapus
    Balasan
    1. cecilia.. mungkin kalau boleh saya sarankan, marilah kita bahagia... segala ketakutan cecilia bisa dihilangkan dengan perasaan bahagia.. Banyak hal yang mampu membuat cecilia bahagia, keindahan bunga, udara yang sejuk, kicauan burung, sahabat-sahabat terdekat, keluarga yang selalu menyayangimu, dan Tuhan yang selalu menjagamu... be happy... :)

      Hapus
  5. cecilia jangan takut ke psikiater atau mungkin bisa coba hipnoterapi.. saya juga sedang berjuang mengalahkan fobia sosial saya. Semoga Tuhan menyembuhkan kita. Tetap semangat dan jangan ragu mencari pertolongan..

    BalasHapus
  6. Kejadian ini baru 2hari yang lalu. Hari jumat malam istri saya melahirkan. Saat itu jantung saya tidak henti2nya berdebar. Saat itu memang kecemasan yang saya rasakan hebat sekali. Tapi hingga hari ini saya masih merasakan kecemasan itu. Tidur jadi sulit dan kerja pun jadi tidak konsen. Mohon kira nya ada solusi untuk masalah saya ?

    BalasHapus
  7. Salam sahabat AD,
    Jemput baca ye

    http://kedaibo.blogspot.my/2017/01/anxiety-disorderada-penawarnya.html

    tk

    BalasHapus