Jumat, 1 Juli 2011, adalah hari ke-12 saya menjalani magang di Ibukota, Jakarta. Awaal mulanya saya ingin menghabiskan liburan saya dengan magang di salah satu rumah sakit swasta di Bandung, tetapi karena ada sedikit masalah birokrasi rumah sakit (ini yang membuat saya tidak suka) akhirnya saya harus membatalkan rencana itu. Karena batal magang di Bandung, saya sempat berpikiran untuk melakukan backpacking keliling ke beberapa kota, rencana yang sudah saya susun sangatlah sempurna (mungkin, hehehe). Hingga akhirnya tiba-tiba seorang teman menghubungi saya dan mengajak saya untuk menemaninya magang di Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ), Jakarta Pusat, dan dengan persetujuan orang tua serta pertimbangan yang cukup matang saya pun memutuskan untuk menerima tawaran tersebut. Dalam hati agak bimbang hati ini untuk pergi ke Ibukota, yang merupakan salah satu kota yang sangat tidak ingin datangi seumur hidup saya sebelumnya (karena termakan oleh berita-berita negatif tentang Ibukota). Sebelum berangkat ke Jakarta, saya pulang dahulu ke Solo menyiapkan beberapa bekal dan mengurus beberapa masalah keluarga. Dari Solo saya kembali ke Bandung untuk mengepak baju-baju yang dibutuhkan untuk magang dan yang pasti refill obat. Tanggal 19 juni sebelum berangkat ke Jakarta saya transit dulu ke Bogor, ke rumah teman saya itu, untuk berangkat bersama ke Jakarta nanti. jika dari Solo ke Bandung saya naik kereta Malabar dengan harga tiket 60 ribu rupiah, untuk perjalanan Bandung ke Bogor saya harus mengeluarkan uang 125 ribu rupiah untuk biaya travel. Biaya yang cukup mahal untuk saya, tetapi karena hari itu saya sedang sakit keras, jadi mau tidak mau saya akhirnya naik travel tersebut. Fasilitas travel seharga itu yaitu mobil sedan (yang berarti penumpangnya hanya 2 orang) dan door to door (yang berarti kita dijemput dari rumah kita dan diantarkan sampai rumah tujuan), setidaknya saya bisa istirahat di jalan dengan nyaman dan tidak takut nyasar. Hehehehe...
Tanggal 20 Juni 2011 kita tiba di Jakarta pusat pukul 08.30 WIB, padahal kita berangkat dari Bogor jam 05.30, heuhmmm inilah efek macetnya perjalanan walaupun sudah ditempuh di jalan tol, tapi mau bagaimana lagi, that day was monday. Sepanjang perjalanan ke RSPJ saya menikmati pemandangan Ibukota dari dalam mobil dengan cukup terpukau, sementara teman saya yang sudah terbiasa bolak-balik Jakarta hanya tertidur di dalam mobil. Saat melewati daerah perumahan pondok Indah, saya yang cukup tertarik dengan gaya arsitektur rumah langsung terbelalak melihat mewahnya rumah-rumah tersebut (lebay banget kata-kata saya, hehehe), tapi memang ternyata yang dikatakan di berita tentang mewahnya daerah perumahan Pondok Indah itu seperti ini. :)
Saat berada di Jakarta Pusat, jalanan Ibukota sangatlah luas, banyak jalan layang, dan pastinya juga ada jalur busway yang diunggul-unggulkan itu, semua senantiasa dibangun untuk mengurangi kemacetan Ibukota, tetapi di pagi yang sudah panas itu menurut saya kemacetan tetaplah sarapan harian yang sudah tak asing lagi bagi masyarakat sana. Gedung-gedung pencakar langit yang berplakat perusahaan-perusahaan besar yang dimiliki pemerintah maupun swasta telah mendominasi Ibukota yang menurut saya membuat kota ini semakin terlihat gersang. Didalam mobil saya masih bisa menikmati pemandangan kota Jakarta dengan nyaman, akan tetapi setelah tiba di RSPJ dan keluar dari mobil, saya merasakan dengan betul udara Ibukota yang ternyata sangat tidak cocok dengan kondisi saya. Hanya dalam beberapa menit saja kepala saya langsung pusit hebat olehnya, bukannya melebih-lebihkan tetapi lingkungan tinggal saya yang cukup bersih udaranya membuat saya sedikit sensitif untuk hal seperti ini.
Begitu tiba di RSPJ kami langsung diantarkan untuk bertemu dengan Bp. Bramantio, selaku Direktur Utama RSPJ. Kita disambut dengan hangat oleh Pak Bram, yang selanjutnya kami dikenalkan kepada Ibu Kemala, selaku ketua Farmasi di RSPJ. Oleh Ibu Mala, pada hari pertama kita dikenalkan dengan sistem farmasi di RSPJ, bagaimana sistemnya? akan saya ceritakan di postingan saya yang lain nanti. Hehehehe, sabar yaaa... :)
Sepulang dari magang kita langsung pulang ke kostan dekat rumah sakit, hanya dibutuhkan waktu jalan kaki sekitar 10 menit dari rumah sakit. Sarana dan prasarana kostan telah disiapkan oleh teman saya, dan saat saya tiba di kostan, saya terkejut dengan kondisi kost yang mnurut saya cukup wahhh. Kostan saya ini mempunyai lokasi yang cukup strategis dimana sekitarnya cukup lengkap, mulai dari minimarket, warung makan, toko stasionery, semuanya ada dan tidak jauh dari kostan. Kostan saya sendiri beukuran 4x5 m dengan kamar mandi dalam, AC, spring bed besar, dua meja belajar, kulkas, dispenser, dan pembantu yang mencucikan baju kita tiap hari. Saya hanya bisa mengucap "Subhanallah walhamdulillah....". :)
Kegiatan selama magang sangat menyenangkan, tetapi tak lupa juga selama di Ibukota kita juga harus jalan-jalan, hehehe, wajib itu. Tetapi karena saya sibuk magang dengan jadwal kerja jam 07.30 - 16.00 WIB setiap hari senin - jumat, saya hanya mempunyai waktu jalan-jalan di hari libur saja. Pada hari minggu, 26 Juni 2011, saya ditemani teman saya mencoba untuk naik busway di malam hari. Kita hanya mengambil rute pendek, yaitu dari daerah Cempaka Putih (daerah kostan saya) ke daerah masjid istiqlal. Ternyata naik busway cukup menyenangkan, tapi karena pada dasarnya saya tidak suka naik bus (terbiasa pakai motor), jadi yahhh saya agak goyang di dalam busway tadinya, hehehe. Biaya satu kali perjalanan menggunakan busway cukup membayar Rp 3.500,- perorang. Akan tetapi untuk pulang kembali dari masjid Istiqlal ke Cempaka Putih kita memutuskan untuk mencoba menggunakan bajaj dengan bahan bakar gas dengan biaya sampai tujuan Rp 22.000,- (oke, ini mahal banget, tapi tak apa-apa lah, kan sedang mencoba, heheheh).
Jalan-jalan selanjutnya dilakukan pada saat libur tanggal merah peringata Isra' mi'raj kemarin. Saya dan teman saya cukup merasa bosan di dalam kamar, akhirnya kita memutuskan untuk mencari buku ke Gramedia terdekat. Gramedia terdekat dengan kostan yaitu ada di ITC Cempaka Mas, untuk berangkat kesana kita menggunakan metromini no.03, wehhhh deg-degan pisan waktu naik, mesin metromini masih nyala sehingga kita buru-buru waktu naik dan turun dari metromini, alhamdulillah kita selamat sampai tujuan. Ketika tiba di Cempaka Mas, ternyata toko Gramedia sudah tutup yang akhirnya sedikit membuat teman saya kecewa. Tetapi karena saya memang tipe orang yang selalu menikmati perjalanan, akhirnya saya mengajak teman saya berkeliling dulu di Cempaka Mas, mumpung lagi disana, belum tentu lain waktu bisa lagi. Saat kita mengelilingi Cempaka Mas, kita menemukan area toko yang menarik, di area tersebut dijual berbagai jenis pernak-pernik menarik, bahkan ada toko yang khusus menjual perak-pernik Doraemn, dan toko yang khusu menjual komik bekas, toko yang menjual shouvenir pernikahan, toko enjual bunga hias, dan sebagainya. Saya sangat menikmati hari itu, dan tentunya saya merasa cukup berhasil mengobati kebosanan teman saya. Hehehe.
Mungkin ini dulu cerita dua pekan saya di Kota Tua, insya Allah nanti saya lanjutkan lagi ceritanya. Terima kasih telah membaca, doakan saya lancar dalam melaksanakan tugas-tugas magang saya ya.... :)
SEMANGAT!!!
Sabtu, 02 Juli 2011
2 Minggu di Kota Tua
Kamis, 16 Juni 2011
Today is a gift. That's why they call it the present
Many people will walk in and out of your life,
but only true friends leave footprints in your heart.
To handle yourself, use your head; to handle others, use your heart.
Anger is only one letter short of danger.
If someone betrays you once, it is his fault;
if he betrays you twice, it is your fault.
Great minds discuss ideas; average minds discuss events;
small minds discuss people.
He who loses money, loses much;
he who loses a friend, loses much more; he who loses faith, loses all.
Beautiful young people are accidents of nature,
but beautiful old people are works of art.
Learn from the mistakes of others.
You can’t live long enough to make them all yourself.
Friends, you and me. . . you brought another friend. . .
and then there were three. . .
we started our group. . .
our circle of friends. . .
and like that circle. . .
there is no beginning or end. . .
yesterday is history.
Tomorrow is a mystery.
Today is a gift.
That is why they call it the present.
-Eleanor Roosevelt
but only true friends leave footprints in your heart.
To handle yourself, use your head; to handle others, use your heart.
Anger is only one letter short of danger.
If someone betrays you once, it is his fault;
if he betrays you twice, it is your fault.
Great minds discuss ideas; average minds discuss events;
small minds discuss people.
He who loses money, loses much;
he who loses a friend, loses much more; he who loses faith, loses all.
Beautiful young people are accidents of nature,
but beautiful old people are works of art.
Learn from the mistakes of others.
You can’t live long enough to make them all yourself.
Friends, you and me. . . you brought another friend. . .
and then there were three. . .
we started our group. . .
our circle of friends. . .
and like that circle. . .
there is no beginning or end. . .
yesterday is history.
Tomorrow is a mystery.
Today is a gift.
That is why they call it the present.
-Eleanor Roosevelt
Rabu, 15 Juni 2011
Pasar Gilingan
Heuhmmm mungkin bagi beberapa masyarakat asli Solo sudah tidak asing dengan sebuah pasar malam yang sering dikenal dengan nama Pasar Gilingan.
Pasar ini terletak sebelah timur stasiun Solo Balapan. Perbedaan dari pasar ini dengan pasar umumnya yaitu bisa dikatakan pasar ini black market tradisional. Di pasar ini di jual berbagai jenis barang baru, barang bekas, barang batangan (barang tanpa surat resmi), dan beberapa mungkin diantaranya ada yang bilang kadang barang ilegal. Contoh beberapa barang yang dijual antara lain HP, baju, sepatu, dan lain-lain. Seperti yang sudah saya terangkan sebelumnya, pasar ini hanya buka di malam hari antara jam 19.00 s/d sebelum subuh. Tapi ada juga yang beberapa buka di siang hari. Mereka hanya menjual barang-barang mereka dengan beralaskan tikar dan cahaya lampu jalanan tanpa harus memikirkan sewa kios atau bayar listrik.
Gak banyak sich yang saya tahu juga soal pasar ini, hanya itu yang dijelaskan oleh Bapak saya saat mengantarkan saya ke stasiun semalam. :)
Pasar ini terletak sebelah timur stasiun Solo Balapan. Perbedaan dari pasar ini dengan pasar umumnya yaitu bisa dikatakan pasar ini black market tradisional. Di pasar ini di jual berbagai jenis barang baru, barang bekas, barang batangan (barang tanpa surat resmi), dan beberapa mungkin diantaranya ada yang bilang kadang barang ilegal. Contoh beberapa barang yang dijual antara lain HP, baju, sepatu, dan lain-lain. Seperti yang sudah saya terangkan sebelumnya, pasar ini hanya buka di malam hari antara jam 19.00 s/d sebelum subuh. Tapi ada juga yang beberapa buka di siang hari. Mereka hanya menjual barang-barang mereka dengan beralaskan tikar dan cahaya lampu jalanan tanpa harus memikirkan sewa kios atau bayar listrik.
Gak banyak sich yang saya tahu juga soal pasar ini, hanya itu yang dijelaskan oleh Bapak saya saat mengantarkan saya ke stasiun semalam. :)
Senin, 13 Juni 2011
My Lovely Father... :)
Hooo.. liburan tiga hari di rumah,,, :), hanya memanfaatkan waktu sebaik mungkin bersama keluarga,^^.
Saya tiba di Solo pada hari sabtu pagi yang langsung saya habiskan waktu seharian untuk bermain dengan Yaya, walaupun saat itu saya sedang demam tapi saya tidak peduli dengan demam saya. :D. Pada malam harinya, malam minggu, saya jalan-jalan bersama Abang, adek, dan mbak calon ipar saya ke Ngarsopura. Sebelumnya kita makan malam dulu, hehe lumayan ditraktir Abang.. :D. Di Ngarsopuran kita hanya lihat-lihat doang sich, sembari menjadi banci foto di beberapa lokasi yang menurut kita menarik. hehehe
Lalu pada hari minggu nya, dari pagi sampai sore hanya di rumah, bantu ibu beres-beres rumah, maen dengan Yaya, dan tidur siang (hohoho, di rumah anginnya sejuk enak buat tidur, maklum di desa...:p). Sorenya adalah waktu kencan bersama Bapak... HOREEEEEEEEE... \(^0^)/
Berikut rute perjalanan kencan bersama Bapak,
14.00 - 14.30, Saya menemani Bapak ke proyek rumah yang sedang dibuat Bapak di Perumahan Gentan, Sukoharjo. Wahhhh,.. walau masih 40% rumah diselesaikan, saya bisa melihat bagusnya rumah itu nanti. Seperti biasa, karya-karya Bapak tidak diragukan lagi untuk saya hingga saat ini dan seterusnya. :)
Dalam hal ini, saya cukup iri dengan Bapak. Mengapa??? oke, saya ceritakan sedikit tentang Bapak saya yang tercinta ini. Walaupun beliau tidak mempunyai latar belakang akademik sebaik anak-anaknya, tetapi beliau mempunyai cita-cita dan bakat yang selalu membuat anak-anaknya bangga mempunyai orang tua seperti beliau. Bapak saya hanya tamatan Sekolah Dasar, hal ini dikarenakan tuntutan ekonomi keluarganya saat kecil dulu, sehingga sejak kecil Bapak saya selalu mempunyai mimpi untuk menyekolahkan anak-anaknya minimal sampai jenjang SMA. Alhamdulillah, hingga saat ini kami berusaha sebaik mungkin mewujudkan impian-impian Bapak tersebut. Sejak kecil, Bapak sudah harus bekerja untuk membantu perekonomian keluarganya, termasuk menyekolahkan adik-adiknya, alhamdulillah adik-adik Bapak bisa bersekolah minimal jenjang SMP. Berbagai jenis pekerjaan dilakukan oleh Bapak saat itu, mulai dari jadi tukang jual kayu bakar, hingga buruh pabrik. Tapi, Bapak memang sebenarnya orang yang cerdas, sehingga selama dia kerja sebagai buruh pabrik, dia belajar tentang menggambar desain rumah, membuat perencanaan anggaran dari mandor-mandornya, sehingga akhirnya Bapak mulai menawarkan diri untuk menjadi pemborong bangunan. Sejak kecil saya paling sering diajak Bapak main ke tempat proyeknya, entahlah saya tidak tahu mengapa, tapi mungkin saya adalah anaknya Bapak yang paling betah dan paling tidak rewel setiap di ajak main ke proyek. :D
Gambar di atas adalah foto Bapak, Ibu, dan Yaya saat aqiqah... :)
Pada waktu saya kecil, Bapak mendapatkan pekerjaan untuk membuat beberapa rumah (termasuk Embarkasi Haji) sehingga kondisi keuangan keluarga kami tergolong berkecukupan. Akan tetapi kesuksesan tersebut hanya bertahan hingga saya duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar, hingga saya kelas 2 SMP Bapak harus menganggur dan melakukan pekerjaan serampangan yang penting keluarga bisa makan dan anak-anak tetap sekolah. Alhasil, keluarga kami terlilit banyak hutang saat itu, berbagai harta keluarga dengan terpaksa harus dijual, bahkan rumah saya pernah digadaikan, walau alhamdulillah dengan bantuan Mbah kakung, rumah saya tidak jadi digadaikan. Yang bisa saya lakukan saat itu hanya bisa membantu dengan mendapatkan beasiswa sebanyak-banyaknya yang mungkin dapat meringankan orang tua saya dengan tidak harus memikirkan biaya akademik saya. Hingga pada akhirnya saat saya kelas 3 SMP, orang tua saya mengajak diskusi anak-anaknya bahwa Bapak akan mencoba bisnis usaha kayu (membuat mebel seperti meja, kursi, almari, pintu, dan sebagainya). Walau kesuksesannya tidak seperti saat Bapak menjadi pemborong bangunan, akan tetapi setidaknya keluarga kami mempunyai rejeki yang jelas, dan mampu melunasi hutang sedikit demi sedikit hingga saat ini.
Sejak 1 tahun terakhir ini, sungguh rejeki Allah tidak disangka arah datangnya dari mana, tiba-tiba Bapak mendapatkan tawaran untuk mengerjakan beberapa proyek rumah, antara lain rumah Pak Dhe Sukino, rumah Mbak Riza, dan yang baru saja saya tengok hari ini yaitu rumah di Perumahan Gentan. Semangat dan jiwa Bapak saat muda dulu sangat terasa kembali oleh saya. Sedih dan senang saat melihat Bapak yang bekerja sangat keras, mulai dari harus menggambar desain rumah di malam hari, pergi ke proyek tiap pagi sampai sore, hingga kulit Bapak semakin hitam, ubannya telah bertambah banyak, dan sekarang ia mudah lelah. Yang bisa saya lakukan hanya mendoakan Bapak, belajar sebaik mungkin, membantu pekerjaan rumah, dan setiap Bapak pulang kerja walau hanya sekedar membuatkan teh hangat dan memijat kaki serta pundak Bapak, saya masih merasa kurang cukup membantu mengurangi beban-beban Bapak.
Bapak sangat pintar menggambar desain rumah, bahkan menurut saya tidak ada arsitek sehandal Bapak di mata saya. Lalu ini lah yang membuat saya iri, karena tanpa harus mempunyai latar belakang akademik yang tinggi, Bapak saya mempunyai bakat yang Wahhh, sementara saya masih belum jelas sebenarnya bakat apa yang saya miliki, sungguh kadang malu diri ini kepada Bapak. Tetapi hal ini membuat saya tidak pernah putus asa untuk terus mengolah diri saya, karena saya ingin seperti Bapak yang tidak pernah mati semangatnya. Yupz!!! \(^-^)/
14.30 - 16.30, saya dan Bapak jalan-jalan ke Matahari Singosaren untuk memperbaiki HP saya yang rusak, dan membeli HP baru. Sedikit sungkan sebenarnya meminta Bapak untuk membelikan saya HP, karena pengeluaran saya bulan ini cukup banyak karena saya harus magang di Jakarta dan membayar biaya kuliah sendiri (hiks, uang beasiswa sudah terpakai untuk semester kemarin... T_T), jadi saya memilih HP buatan China saja yang harganya tidak terlalu mahal, sementara HP saya diperbaiki untuk saya berikan ke adek saya yang sudah lama ingin sekali punya HP. Setidaknya bisa buat telpon dan sms. hehehe...:D
16.30 - 17.00, sebelum pulang kita mampir ke stasiun Solo Balapan dahulu untuk membeli tiket kepulangan saya ke Bandung besok selasa malam. Saya tobat naik kereta ekonomi Kahuripan karena pengalaman terakhir saya yang diinjak-injak oleh beberapa penumpang lain sebelumnya. Haduwh, berdobel-dobel rasa sungkan hari ini karena saya cukup memboroskan Bapak.. arrrrrrrghhhhhhh...
Seruuuu seharian jalan-jalan ama Bapak, selalu ada saja yang bisa membuat saya tertarik, :). Yang saya pelajari lagi hari ini adalah, bahwa Bapak saya benar-benar orang hebat, dan orang yang sangat saya cintai dan kagumi.. terima kasih Bapak, love you... :)
Saya tiba di Solo pada hari sabtu pagi yang langsung saya habiskan waktu seharian untuk bermain dengan Yaya, walaupun saat itu saya sedang demam tapi saya tidak peduli dengan demam saya. :D. Pada malam harinya, malam minggu, saya jalan-jalan bersama Abang, adek, dan mbak calon ipar saya ke Ngarsopura. Sebelumnya kita makan malam dulu, hehe lumayan ditraktir Abang.. :D. Di Ngarsopuran kita hanya lihat-lihat doang sich, sembari menjadi banci foto di beberapa lokasi yang menurut kita menarik. hehehe
Lalu pada hari minggu nya, dari pagi sampai sore hanya di rumah, bantu ibu beres-beres rumah, maen dengan Yaya, dan tidur siang (hohoho, di rumah anginnya sejuk enak buat tidur, maklum di desa...:p). Sorenya adalah waktu kencan bersama Bapak... HOREEEEEEEEE... \(^0^)/
Berikut rute perjalanan kencan bersama Bapak,
14.00 - 14.30, Saya menemani Bapak ke proyek rumah yang sedang dibuat Bapak di Perumahan Gentan, Sukoharjo. Wahhhh,.. walau masih 40% rumah diselesaikan, saya bisa melihat bagusnya rumah itu nanti. Seperti biasa, karya-karya Bapak tidak diragukan lagi untuk saya hingga saat ini dan seterusnya. :)
Dalam hal ini, saya cukup iri dengan Bapak. Mengapa??? oke, saya ceritakan sedikit tentang Bapak saya yang tercinta ini. Walaupun beliau tidak mempunyai latar belakang akademik sebaik anak-anaknya, tetapi beliau mempunyai cita-cita dan bakat yang selalu membuat anak-anaknya bangga mempunyai orang tua seperti beliau. Bapak saya hanya tamatan Sekolah Dasar, hal ini dikarenakan tuntutan ekonomi keluarganya saat kecil dulu, sehingga sejak kecil Bapak saya selalu mempunyai mimpi untuk menyekolahkan anak-anaknya minimal sampai jenjang SMA. Alhamdulillah, hingga saat ini kami berusaha sebaik mungkin mewujudkan impian-impian Bapak tersebut. Sejak kecil, Bapak sudah harus bekerja untuk membantu perekonomian keluarganya, termasuk menyekolahkan adik-adiknya, alhamdulillah adik-adik Bapak bisa bersekolah minimal jenjang SMP. Berbagai jenis pekerjaan dilakukan oleh Bapak saat itu, mulai dari jadi tukang jual kayu bakar, hingga buruh pabrik. Tapi, Bapak memang sebenarnya orang yang cerdas, sehingga selama dia kerja sebagai buruh pabrik, dia belajar tentang menggambar desain rumah, membuat perencanaan anggaran dari mandor-mandornya, sehingga akhirnya Bapak mulai menawarkan diri untuk menjadi pemborong bangunan. Sejak kecil saya paling sering diajak Bapak main ke tempat proyeknya, entahlah saya tidak tahu mengapa, tapi mungkin saya adalah anaknya Bapak yang paling betah dan paling tidak rewel setiap di ajak main ke proyek. :D
Gambar di atas adalah foto Bapak, Ibu, dan Yaya saat aqiqah... :)
Pada waktu saya kecil, Bapak mendapatkan pekerjaan untuk membuat beberapa rumah (termasuk Embarkasi Haji) sehingga kondisi keuangan keluarga kami tergolong berkecukupan. Akan tetapi kesuksesan tersebut hanya bertahan hingga saya duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar, hingga saya kelas 2 SMP Bapak harus menganggur dan melakukan pekerjaan serampangan yang penting keluarga bisa makan dan anak-anak tetap sekolah. Alhasil, keluarga kami terlilit banyak hutang saat itu, berbagai harta keluarga dengan terpaksa harus dijual, bahkan rumah saya pernah digadaikan, walau alhamdulillah dengan bantuan Mbah kakung, rumah saya tidak jadi digadaikan. Yang bisa saya lakukan saat itu hanya bisa membantu dengan mendapatkan beasiswa sebanyak-banyaknya yang mungkin dapat meringankan orang tua saya dengan tidak harus memikirkan biaya akademik saya. Hingga pada akhirnya saat saya kelas 3 SMP, orang tua saya mengajak diskusi anak-anaknya bahwa Bapak akan mencoba bisnis usaha kayu (membuat mebel seperti meja, kursi, almari, pintu, dan sebagainya). Walau kesuksesannya tidak seperti saat Bapak menjadi pemborong bangunan, akan tetapi setidaknya keluarga kami mempunyai rejeki yang jelas, dan mampu melunasi hutang sedikit demi sedikit hingga saat ini.
Sejak 1 tahun terakhir ini, sungguh rejeki Allah tidak disangka arah datangnya dari mana, tiba-tiba Bapak mendapatkan tawaran untuk mengerjakan beberapa proyek rumah, antara lain rumah Pak Dhe Sukino, rumah Mbak Riza, dan yang baru saja saya tengok hari ini yaitu rumah di Perumahan Gentan. Semangat dan jiwa Bapak saat muda dulu sangat terasa kembali oleh saya. Sedih dan senang saat melihat Bapak yang bekerja sangat keras, mulai dari harus menggambar desain rumah di malam hari, pergi ke proyek tiap pagi sampai sore, hingga kulit Bapak semakin hitam, ubannya telah bertambah banyak, dan sekarang ia mudah lelah. Yang bisa saya lakukan hanya mendoakan Bapak, belajar sebaik mungkin, membantu pekerjaan rumah, dan setiap Bapak pulang kerja walau hanya sekedar membuatkan teh hangat dan memijat kaki serta pundak Bapak, saya masih merasa kurang cukup membantu mengurangi beban-beban Bapak.
Bapak sangat pintar menggambar desain rumah, bahkan menurut saya tidak ada arsitek sehandal Bapak di mata saya. Lalu ini lah yang membuat saya iri, karena tanpa harus mempunyai latar belakang akademik yang tinggi, Bapak saya mempunyai bakat yang Wahhh, sementara saya masih belum jelas sebenarnya bakat apa yang saya miliki, sungguh kadang malu diri ini kepada Bapak. Tetapi hal ini membuat saya tidak pernah putus asa untuk terus mengolah diri saya, karena saya ingin seperti Bapak yang tidak pernah mati semangatnya. Yupz!!! \(^-^)/
14.30 - 16.30, saya dan Bapak jalan-jalan ke Matahari Singosaren untuk memperbaiki HP saya yang rusak, dan membeli HP baru. Sedikit sungkan sebenarnya meminta Bapak untuk membelikan saya HP, karena pengeluaran saya bulan ini cukup banyak karena saya harus magang di Jakarta dan membayar biaya kuliah sendiri (hiks, uang beasiswa sudah terpakai untuk semester kemarin... T_T), jadi saya memilih HP buatan China saja yang harganya tidak terlalu mahal, sementara HP saya diperbaiki untuk saya berikan ke adek saya yang sudah lama ingin sekali punya HP. Setidaknya bisa buat telpon dan sms. hehehe...:D
16.30 - 17.00, sebelum pulang kita mampir ke stasiun Solo Balapan dahulu untuk membeli tiket kepulangan saya ke Bandung besok selasa malam. Saya tobat naik kereta ekonomi Kahuripan karena pengalaman terakhir saya yang diinjak-injak oleh beberapa penumpang lain sebelumnya. Haduwh, berdobel-dobel rasa sungkan hari ini karena saya cukup memboroskan Bapak.. arrrrrrrghhhhhhh...
Seruuuu seharian jalan-jalan ama Bapak, selalu ada saja yang bisa membuat saya tertarik, :). Yang saya pelajari lagi hari ini adalah, bahwa Bapak saya benar-benar orang hebat, dan orang yang sangat saya cintai dan kagumi.. terima kasih Bapak, love you... :)
Jumat, 10 Juni 2011
Solve It..!!
Oke, saat ada masalah yang benar-benar sulit dipecahkan, bagi saya solusinya ada tiga...
1. Ignore it!!
LUPAKAN!!! Anggap masalah itu tak ada!
2. Help me!!
"I know that u can help me, help me please...", together we can, cause you are not alone...
3. Solve it!!
Tenangkan diri dulu, pecahkan, dan selesaikan bagian per bagian...
1. Ignore it!!
LUPAKAN!!! Anggap masalah itu tak ada!
2. Help me!!
"I know that u can help me, help me please...", together we can, cause you are not alone...
3. Solve it!!
Tenangkan diri dulu, pecahkan, dan selesaikan bagian per bagian...
Langganan:
Postingan (Atom)








