Selasa, 27 Oktober 2015

Dementor Berwujud Kabut

Untuk pertama kalinya selama 17 bulan saya tinggal di tanah Borneo, baru hari ini saya benar-benar merasa lelah, jenuh, dan bosan dengan apapun yang saya lakukan di tempat yang saya nilai sebagai salah satu tempat terindah yang pernah saya temui sebelumnya. Alasan sederhana untuk segala perasaan sedih ini hanyalah karena rasa rindu saya pada keindahan surga yang dulu dimiliki tempat ini, langit biru, air sejuk, udara segar, dan hijaunya pepohonan yang kini sudah tidak bisa dilihat lagi karena kabut asap yang mengepung. Saya merindukan suara burung dan klempyau (sejenis monyet) yang selalu menjadi penyemangat pagi saya. Saya merindukan indahnya senja jingga sore yang selalu menutup hari saya. Saya merindukan barisan-barisan bintang yang selalu menemani malam-malam saya di sini. Dan ketika semua sumber kebahagiaan saya itu hilang satu persatu, rasanya seolah-olah kebahagiaan saya pun ikut diserap oleh dementor yang bersembunyi dalam pekatnya kabut asap. Berbagai cara saya lakukan untuk berusaha memperbaiki kebahagiaan saya, mulai dari lari ke laut hingga lari ke gunung. Tetapi ke mana pun saya berlari, dementor berwujud kabut asap ini tetap menghantui. Dan yang sadari saat ini adalah tiga bulan tinggal di bumi berkabut ternyata sangatlah tidak mudah untuk saya yang masih berusia seperempat abad ini. Bisa dibayangkan bagaimana lebih tidak mudahnya bagi anak-anak dan para lansia yang mempunyai fisik lebih lemah daripada saya.

Yaa Allah Yaa Rabb, hanya pada-Mu kami memohon ampunan, pertolongan, dan keselamatan. I miss the rain. :(

Senin, 24 Agustus 2015

Bubur Pedas Sukadana

Bubur Pedas
Bubur pedas merupakan salah satu makanan khas Sukadana, Kalimantan Barat, yang awalnya tidak saya minati namun kini menjadi salah satu makanan favorit saya selama di sini. Sesuai dengan namanya, bubur ini merupakan bubur nasi yang nikmat disajikan dengan rasa pedas. Perbedaan antara bubur ini dengan bubur lainnya  adalah banyaknya gizi dan nutrisi yang bisa kita dapatkan dari sayur-sayuran yang mengkomposisinya. 
Sayur-sayuran yang sering digunakan antara lain daun kesum, kangkung, kacang panjang, daun cangkok manis (daun katuk), daun pakis, daun kunyit, ubi singkong dan lain-lain. Daun kesum (Polygonum odoratum) merupakan sayuran khas dengan aroma menarik yang menjadi sayuran wajib dalam masakan bubur pedas. Untuk penikmatnya kita bisa tambahkan daging sapi atau kulit sapi yang direbus kemudian dipotong-potong dan dimasukkan ke dalam campuran masakan. Bumbu yang digunakan pun cukup lah sederhana, antara lain lengkuas, serai, daun putih, ketumbar, bawang putih, dan garam. Lalu untuk topping nya biasanya kita masukkan ikan teri goreng dan kacang tanah goreng. Dan yang terakhir ditambahkan sebelum dimakan adalah sambal cabe rawit dan kecap. Saya tidak tahu yang lainnya bagaimana, tetapi bagi saya makan bubur pedas satu porsi tidak pernah mengenyangkan saya, dan akhirnya memaksa saya harus makan tiga porsi piring karena rasanya yang nikmat. 
Kegiatan memasak bubur pedas merupakan kegiatan menarik karena dilakukan gotong royong bersama ibu-ibu warga setempat dan dinikmati bersama-sama saat masih hangat. Aktivitas memasak bubur pedas akan menjadi salah satu aktivitas yang saya rindukan saat meninggalkan Sukadana nanti.

Selasa, 30 Juni 2015

Pangkatku di Dunia

Jika dunia ini ibarat sebuah pemerintahan maka aku dalam diriku sendiri adalah seorang Ratu. Aku dalam keluarga kecilku adalah seorang Putri. Aku dalam pekerjaanku adalah seorang Panglima perang. Aku dalam negaraku adalah seorang Rakyat jelata. Aku dalam alam semesta hanyalah setitik debu pasir di lautan.

Kamis, 25 Juni 2015

Manusia Sejuta Nama

Sebutan ini bukan hanya untuk kamu, dia, atau mereka kawanku. Sebutan ini berlaku untuk kita semua. Benar, kita semua lahir tidak hanya dengan satu nama, tetapi sejuta nama ada pada diri kita saat hidup di dunia. Semakin panjang hidup manusia, semakin panjang pula nama-nama yang tertulis pada dirinya. Awalnya hanya membawa nama diri sendiri, kemudian membawa nama ayah, nama ibu, nama keluarga, berlanjut membawa nama daerah asalnya, lalu nama almamaternya, hingga nama lembaga dimana ia bekerja. Satu keberhasilan maupun satu kesalahan selalu menjadi penghargaan dan kecacatan untuk nama-nama tersebut.
Tahukah kamu kawanku apa hal lucu dari semua itu? ironisnya saat kita meninggal, maka kita tinggalkan pula semua nama itu di dunia dan kita menghadap kepada Tuhan kembali sebagai makhluk tak bernama untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita selama di dunia.

Kita manusia sejuta nama yang berakhir tanpa nama di hadapan-Nya.
Ramadhan #8

Selasa, 09 Juni 2015

Pulang? Ya Jajan!!

Apa yang saya rindukan dari kampung halaman selain keluarga? Tentunya makanan favorit yang selalu membuat saya ngiler setiap membayangkannya. So, dua minggu selama di rumah kemarin berhasil saya manfaatkan untuk memenuhi misi saya menikmati semua jenis makanan yang saya rindukan. Hohoho, maaf ya mau berbagi foto sedikit beberapa makanan favorit saya di Solo. :D
Gulai jeroan kambing
emang selalu bikin ngiler.. :D

Namanya Plencing! Rasanya pedes banget
makanya enaknya dimakan pake tempe bacem.
Makanan favorit saya sejak kecil! Sate kambing!!!!
Setelah satu tahun tidak makan sate kambing,
begitu berjumpa lagi saya langsung melahap 2 porsi. Haha 

Sego Bancakan. Paket komplit ini saya dapat
dari acara syukuran tetangga saya. Makan-makan!

Soto Ibunda tersayang. Soto segar yang
hanya bisa diperoleh di rumah saya.
Bakso Mie Ayam di warung dekat rumah.
Harganya murah rasanya mantap! 

Es buah plus es krim? rasanya manis.
Ini pertama kali saya nyicipin. Warungnya
ada di dekat kampus adek saya. #Mahasiswa
Takoyaki di basement Gramedia Solo. Salah
satu jajanan wajib saya dan adik saya sebelum beli buku.




Saya termasuk pecinta makanan jepang.
Otomatis ramen menjadi satu dari sekian menu wajib. Hehe

Sushi!! Selalu enak!!! #lapar
Sushi lagi!! hahaha doyan banget saya ama makanan satu ini!

Susu Milk Mom. Harga milkshake satu ini
sangat sesuai dengan kantong mahasiswa dan porsi yang besar. :D

Tengkleng Solo. Gak afdhol kalo ke Solo tanpa
menikmati makanan khas Solo yang satu ini.
Saya lupa namanya apa, Satu bungkus makanan
ini merupakan kombinasi kue-kue basah khas Solo. Kamu mau?
Makanan ini bisa kalian temukan di pasar-pasar Solo.

Pertama kali makan eskrim yogurt ini.
Ditraktir adek yang gak sengaja dapat voucher buy 1 get 1. Hahaha

Sego jenang Solo komplit!! No caption!
Makanan ini salah satu makanan the best saya di Solo. Gak boleh terlupa untuk dimakan.
Snack terenak saat perjalanan jauh. Buah!! :D #bonus