Minggu, 21 Februari 2016

Diet bukan cuma urusan body, tapi agar hidup kamu lebih menyenangkan!

Biasanya untuk tulisan yang bertema diet ada foto before-afternya entah di sisi kanan atau kiri tulisan, tapi untuk kali ini gak usah aja lah ya ntar pada kaget orang-orang ngeliat foto saya, hahaha (pede tingkat dewa!). Okay, tulisan kali ini terinspirasi oleh beberapa komentar yang saya terima sebulan terakhir mulai dari, "Ndah kok loe kurusan?", "Ndah, jangan kurus ah! gak sehat!", "Ndah, cakepan pas cubby dulu deh!", "Ndah..." , "Ndah..." and "Ndah..". Oke, pada intinya ada pro dan kontra dengan alasan kenapa sekarang saya dari 65 kg berubah menjadi 54 kg dan kenapa saya yang dari bentuk buah pear berubah menjadi biola (hahaha masih jauh dari bentuk biola sebenarnya, tapi gak papa lah sebentar lagi juga tercapai). Sebenarnya mengapa sih saya harus rempong banget berbulan-bulan ngerjain program diet ginian? Tolong perkenankan hamba menjelaskannya pada paduka yang mulia.. hehe

1. Saya adalah seorang praktisi kesehatan
Bekerja di klinik dimana saya selalu bertemu dengan berbagai pasien dengan variasi penyakit yang berbeda-beda di usia relatif dari muda hingga tua membuat saya otomatis termotivasi untuk menjaga kesehatan saya (alasan yang hebat kan?! haha). Tapi selain itu, posisi saya sebagai praktisi kesehatan yang harus selalu mengedukasi pasien untuk menerapkan pola hidup sehat tentu tidak akan berhasil jika pasien melihat kondisi saya yang dulunya gemuk, bungkuk, pucat, kantong mata tebal (Gimana pasien mau nurut kalo yang ngasih saran aja orangnya meragukan?! #petirmenyambar). So, dari sini lah saya mulai menerapkan pola hidup sehat pada diri saya terlebih dahulu sebelum saya menyarankan pada pasien-pasien saya.

2. Diet lah untuk tubuh yang normal, bukan untuk tubuh yang kurus
Orang sering kali berpikir diet hanya untuk ngurusin tubuh, hei hei hei! jika ada dari kalian yang diet cuma buat ngurusin tubuh jangan berpikir buat diet lah! Diet yang tepat adalah diet dengan tujuan untuk 'menormalisasi tubuh kamu'!. Maksudnya menormalkan tubuh itu apa coba? ya berarti lakukan diet untuk membentuk postur tubuh yang sempurna mulai dari tegapnya tulang belakang hingga lurusnya posisi bahu dan kaki. Lakukan diet untuk menjaga kadar kolesterol dan gula selalu dalam rentang normal, kalian gak mau kan di usia muda udah terancam penyakit degeneratif di usia tua nanti? makanya ganti pola makan dan olahraga dari sekarang!

3. Tubuh lebih fit saat beraktivitas
Saat tubuh saya 65 kg rasanya sulit sekali bagi saya untuk beraktivitas bahkan hanya untuk bangun dari tidur saya, apalagi kalau harus melakukan aktivitas lain yang lebih berat?! #males banget pokoknya. Frustasi karena tidak ada tenaga atau semangat untuk melakukan segala aktivitas ini lah yang menjambak saya untuk menurunkan berat badan saya. And I'm right! sekarang dengan berat badan ideal sangatlah mudah untuk saya beraktivitas dari yang hanya kerja duduk di kantor hingga saat saya harus hiking ke gunung. Tubuh saya tidak pernah mengeluh lagi untuk seringan atau seberat apapun rutinitas saya setiap hari, #terharu huks. :p

4. Baju tidak cocok dipake? bukan bajunya yang salah, tapi postur tubuh yang kurang pas
Saya mungkin bukan termasuk orang yang doyan beli baju ngikutin fashion kekinian, saya termasuk orang yang bisa dibilang beli baju hanya dua kali setahun. Tetapi apa yang terjadi jika tiba-tiba gak ada baju yang bagus dipakai lagi karena entah kekecilan atau mungkin tidak pas dengan bentuk tubuh? ya yang salah bukan bajunya, tetapi kembali ke bentuk tubuh! #mewekdipojokan. Saya yang paling gak doyan ngehabisin uang buat beli baju yang gak penting akhirnya memilih jalur 'kembali ke bentuk tubuh yang pas' sebagai solusi agar baju-baju saya yang lama bisa kembali dipakai di tubuh. Dan benar, dengan postur tubuh yang tepat mau pake baju apapun akan nyaman di tubuh, entah baju kecil atau besar, modis atau sederhana, apapun pasti nyaman dipakai. Percaya lah, tubuh yang oke bikin kamu pede dimanapun dan kapanpun!

5. Makanan enak terasa semakin enak
Ini adalah salah satu alasan yang paling saya sukai mengapa saya menjalankan program diet ini. Efek dari setiap hari yang hanya makan buah, low karbohidrat, low sugar, dan low oil ternyata membuat saya bisa bahagia hanya karena bisa makan sebuah donat atau seporsi bakso atau seporsi sate ayam setiap dua minggu sekali. Makanan enak ternyata terasa lebih enak ketika dinikmati setelah sekian lama tidak menyantapnya. Ini lah yang membuat saya senang menjaga pola makan saya, agar ketika makan makanan enak bisa jadi lebihhhhhh enak! :)

Itulah alasan-alasan saya mengapa saya harus mempunyai tubuh yang ideal, so how about you? :)

Rabu, 02 Desember 2015

Kini Saat Usiaku 25 Tahun

Saat ini aku sedang duduk di atas meja kerjaku, mengotak-atik laptopku sambil menunggu antrian resep berikutnya datang untuk kusiapkan segera. Setiap menuliskan tanggal hari ini di kertas etiket obat yang kusiapkan, aku menjadi teringat sesuatu hal kecil sederhana, "Oh yeah, ini sudah bulan desember ya.. 2015 segera berakhir." Ingatan kecil ini lah yang mengarahkan pikiranku selanjutnya untuk sebuah pertanyaan, "Hey Ndah, what have you done until now?"

Kini saat usiaku 25 tahun, yang aku tahu adalah aku masih menjalani hidupku dengan baik. Jujur aku bukan orang yang selalu mempunyai plan masa depan yang wah atau bagaimana, mungkin aku termasuk orang yang selalu membiarkan diriku terbawa alur apapun itu sepanjang alur itu mampu memuaskan tujuan sederhana hidupku yang hanya ingin terus berusaha memberikan kebaikan, kebahagiaan, dan manfaat untuk banyak orang (tujuan hidup yang absurd yak?! hehe). Aku hanya selalu ingin menjalani hidupku dengan penuh syukur. Tetapi tidak dipungkiri juga aku pun juga pernah dan masih punya ambisi hidup entah itu untuk asmara, pekerjaan, atau pendidikan yang sangat ingin sekali kuraih, walau sayangnya banyak ambisi-ambisi itu yang belum bisa terwujud hingga saat ini. Entah mungkin karena akunya yang kurang berusaha atau memang belum waktunya saja mungkin. Hehe. #TepokJidat

Kini saat usiaku 25 tahun, aku sangat memperhatikan kesehatanku dengan detail. Hal ini berawal dari banyaknya pasien dengan penyakit degeneratif di usia muda yang kutemui di klinik, sehingga perhatianku terhadap kesehatanku sendiri sangat meningkat. Selama satu tahun terakhir aku kontrol makananku dengan tidak banyak makan makanan instan lagi seperti dulu, dan untuk hal ini aku pun semakin rajin berkreasi dengan masakanku di rumah. Sayur-sayuran dan buah selalu menjadi menu wajib dalam setiap makananku. Salah satu atau dua dari olahraga rutinku (yoga, pilates, lari, bersepeda dan renang) selalu menjadi agenda wajib pagi dan soreku setidaknya minimal 15 menit per hari. Waktu istirahat (baca: tidur) yang cukup juga selalu jadi catatan penting. Efek positifnya adalah akhirnya sekarang tubuhku jarang sekali mudah lelah seperti dulu, dan proporsi tubuh ideal yang dari dulu kuimpikan akhirnya kini berhasil kumiliki. Fufu~ :)

Kini saat usiaku 25 tahun, menjaga ketenangan pikiran adalah target yang selalu menjadi point utamaku setiap pagi. Karena dengan semakin banyaknya pekerjaan yang kulakukan, semakin banyaknya aku berinteraksi dengan orang, dan semakin banyaknya masalah hidup yang kutemui maka berbagai metode untuk menjaga pikiran tetap jernih termasuk PR besarku tiap hari. Ibadah dan memandang hal secara positif merupakan salah satu kunci untuk hal ini. It's not easy. >_<

Kini saat usiaku 25 tahun, aku ingin lebih banyak berpetualang lagi, banyak sekali tempat-tempat yang masuk dalam daftar wajib dikunjungi tahun ini. Masih banyak daftar gunung yang ingin kudaki, masih banyak tempat yang ingin kueksplor, masih banyak lautan yang ingin kuseberangi, dan masih banyak panorama alam lain yang ingin kujelajahi. Ayok ayok siapa mau ikut? :D

Kini saat usiaku 25 tahun, pertanyaan dan kegalauan tentang pernikahan selalu menjadi topik yang muncul di tengah-tengah percakapan entah saat bersama orang tua, sahabat, atau bahkan saat pembicaraan privatku dalam doa dengan Tuhan. Tapi untuk hal ini aku pun tidak tahu harus menulis apa, yang pasti yang bisa kulakukan hanyalah senantiasa memperbaiki dan menyiapkan diri hingga waktu indah yang entah kapan akan tiba nanti. Hehe. :p

Kini saat usiaku 25 tahun, aku selalu berterima kasih untuk setiap detik nafasku atas segala rahmat, rezeki, dan cinta dari Allah SWT melalui keluarga dan orang-orang yang kutemui dalam hidupku serta segala hal yang sudah dan akan kudapatkan nanti. Tetap semangat!! \(^o^)/

Easy Silky Lemon Pudding

Hai guys! Setelah sekian lama vakum dari blog saya (baru juga dua bulan Ndah?! hehe) kali ini saya mau posting salah satu menu favorit dari hobbi memasak saya bulan ini. Resepnya simple kok! Check this out guys! :)

Bahan:

2 1/4 cup susu cair
1/2 cup light brown sugar
1/2 cup gula pasir/ gula jawa (atau gak usah sama sekali buat yang lagi diet gula)
1/4 cup maizena
4 kuning telur
sedikit garam
1/2 cup air perasan jeruk lemon
3 sdm butter suhu ruang
2 sdm parutan lemon
1/2 sdm agar-agar instan

Cara membuat:
Adonan I : Siapkan panci, campur susu + gula+ maizena dan aduk hingga rata.
Adonan II: Siapkan mangkok, aduk kuning telur + parutan kulit lemon + garam.
Masukkan adonan II ke adonan I.
Masak dengan api sedang, lalu masukkan agar-agar dan aduk hingga kental.
Angkat setelah kental kemudian masukkan air lemon dan butter, aduk rata.
Masukkan ke gelas saji atau kotak makanan dan dinginkan dalam kulkas.
Selesai!! Nyummy!! :)

Selasa, 27 Oktober 2015

Dementor Berwujud Kabut

Untuk pertama kalinya selama 17 bulan saya tinggal di tanah Borneo, baru hari ini saya benar-benar merasa lelah, jenuh, dan bosan dengan apapun yang saya lakukan di tempat yang saya nilai sebagai salah satu tempat terindah yang pernah saya temui sebelumnya. Alasan sederhana untuk segala perasaan sedih ini hanyalah karena rasa rindu saya pada keindahan surga yang dulu dimiliki tempat ini, langit biru, air sejuk, udara segar, dan hijaunya pepohonan yang kini sudah tidak bisa dilihat lagi karena kabut asap yang mengepung. Saya merindukan suara burung dan klempyau (sejenis monyet) yang selalu menjadi penyemangat pagi saya. Saya merindukan indahnya senja jingga sore yang selalu menutup hari saya. Saya merindukan barisan-barisan bintang yang selalu menemani malam-malam saya di sini. Dan ketika semua sumber kebahagiaan saya itu hilang satu persatu, rasanya seolah-olah kebahagiaan saya pun ikut diserap oleh dementor yang bersembunyi dalam pekatnya kabut asap. Berbagai cara saya lakukan untuk berusaha memperbaiki kebahagiaan saya, mulai dari lari ke laut hingga lari ke gunung. Tetapi ke mana pun saya berlari, dementor berwujud kabut asap ini tetap menghantui. Dan yang sadari saat ini adalah tiga bulan tinggal di bumi berkabut ternyata sangatlah tidak mudah untuk saya yang masih berusia seperempat abad ini. Bisa dibayangkan bagaimana lebih tidak mudahnya bagi anak-anak dan para lansia yang mempunyai fisik lebih lemah daripada saya.

Yaa Allah Yaa Rabb, hanya pada-Mu kami memohon ampunan, pertolongan, dan keselamatan. I miss the rain. :(

Senin, 24 Agustus 2015

Bubur Pedas Sukadana

Bubur Pedas
Bubur pedas merupakan salah satu makanan khas Sukadana, Kalimantan Barat, yang awalnya tidak saya minati namun kini menjadi salah satu makanan favorit saya selama di sini. Sesuai dengan namanya, bubur ini merupakan bubur nasi yang nikmat disajikan dengan rasa pedas. Perbedaan antara bubur ini dengan bubur lainnya  adalah banyaknya gizi dan nutrisi yang bisa kita dapatkan dari sayur-sayuran yang mengkomposisinya. 
Sayur-sayuran yang sering digunakan antara lain daun kesum, kangkung, kacang panjang, daun cangkok manis (daun katuk), daun pakis, daun kunyit, ubi singkong dan lain-lain. Daun kesum (Polygonum odoratum) merupakan sayuran khas dengan aroma menarik yang menjadi sayuran wajib dalam masakan bubur pedas. Untuk penikmatnya kita bisa tambahkan daging sapi atau kulit sapi yang direbus kemudian dipotong-potong dan dimasukkan ke dalam campuran masakan. Bumbu yang digunakan pun cukup lah sederhana, antara lain lengkuas, serai, daun putih, ketumbar, bawang putih, dan garam. Lalu untuk topping nya biasanya kita masukkan ikan teri goreng dan kacang tanah goreng. Dan yang terakhir ditambahkan sebelum dimakan adalah sambal cabe rawit dan kecap. Saya tidak tahu yang lainnya bagaimana, tetapi bagi saya makan bubur pedas satu porsi tidak pernah mengenyangkan saya, dan akhirnya memaksa saya harus makan tiga porsi piring karena rasanya yang nikmat. 
Kegiatan memasak bubur pedas merupakan kegiatan menarik karena dilakukan gotong royong bersama ibu-ibu warga setempat dan dinikmati bersama-sama saat masih hangat. Aktivitas memasak bubur pedas akan menjadi salah satu aktivitas yang saya rindukan saat meninggalkan Sukadana nanti.